Kamis, 18 Jun 2026 12:53 WIB

Andika Perkasa Sebut Masih Banyak Aturan Tidak Sesuai di Pemilu 2024

Wakil Ketua TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jenderal (Purn) Andika Perkasa di Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud di GOR Sidoarjo, Senin (5/2/2024). (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Wakil Ketua TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jenderal (Purn) Andika Perkasa di Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud di GOR Sidoarjo, Senin (5/2/2024). (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jenderal (Purn) Andika Perkasa tegaskan banyak yang perlu dievaluasi jelang Pemilu 14 Februari nanti.

"Evaluasi banyak, karena aturan dan pelaksanaan di bawah itu pasti tidak akan sama. Kita semua masyarakat Indonesia harus ikut mengawal," kata Andika Perkasa usai membuka Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud di GOR Sidoarjo, Senin (5/2/2024).

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Ia juga menyampaikan meskipun telah banyak pihak yang menyuarakan keprihatinan, baik dari seniman, budayawan dan akademisi. Masyarakat harus tetap turut mengawal prosesi pemilu yang jujur dan adil.

"Tidak ada dorongan dari pihak manapun terkait, suara-suara keprihatinan itu. Menurut saya akademisi masih memiliki idealisme yang tinggi. Apalagi ditambah dengan keputusan DKPP hal itu semakin memperkuat bahwa memang ada aturan yang tidak sesuai," terangnya.

Bagi Andika, keputusan Sejarah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) baru terkait KPU yang dinyatakan bersalah telah meloloskan Cawapres Gibran Rakabuming Raka semakin memperkuat dugaan adanya aturan yang tidak sesuai.

Ia juga berpesan kepada generasi muda yang mendominasi suara di pemilu tahun ini, bahwa kalangan muda harus turut serta memberikan hak suaranya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Untuk generasi muda apalagi pemilih pemula saya berpesan agar tidak mudah terpengaruh dari pihak manapun. Dan yang paling penting mereka harus memberikan hak suaranya," tuturnya.

Saat ditanya soal isu krusial untuk Indonesia di masa depan, ia menyebut pengangguran dan tenaga kerja masih menjadi hal terpenting untuk mewujudkan Indonesia unggul melalui program kerja Ganjar-Mahfud 3 juta lapangan pekerjaan setiap tahunnya menjadi salah satu solusi.

Ia melanjutkan, 70 persen usai produktif atau usia kerja itu dapat diakomodir melalui program Ganjar-Mahfud ekonomi Indonesia akan melesat dan menambah nilai ekonomi di semua sektor.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Saya kira isu krusial di masa depan adalah satu peluang sekaligus tantangan. Dimana kedepan 70 persen masyarakat Indonesia memasuki usia kerja. Dan kalau mereka tidak dapat menemukan lapangan kerja ini bahaya," pungkasnya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.