Minggu, 21 Jun 2026 19:08 WIB

Aliansi Fajar Timur di Kota Malang Serukan 3 Poin untuk Pemilu Damai 2024

  • Penulis : Gerhana
  • | Senin, 05 Feb 2024 19:35 WIB
Aliansi Fajar Timur saat menyatakan sikap atau deklarasi damai terkait komitmen menjaga dan mendukung Pemilu Damai 2024. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)
Aliansi Fajar Timur saat menyatakan sikap atau deklarasi damai terkait komitmen menjaga dan mendukung Pemilu Damai 2024. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa dari NTT, yang tergabung dalam Aliansi Fajar Timur, berkomitmen mendukung Pemilu Damai 2024. Pernyataan sikap itu disampaikan di Kota Malang, pada Senin (5/2/2024) .

Ketua Koordinator Aliansi, Yohanis Lele Dapawole mengatakan, bahwa pihaknya mendukung jalannya Pemilu Damai 2024 dengan sejuk, damai dan aman.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Selain itu, ada 3 poin pernyataan yang disampaikan dalam menjaga dan mendukung jalannya Pemilu Damai 2024. Pertama, Aliansi Fajar Timur menolak adanya pemberitaan hoaks terkait pemilu.

"Kedua, menolak adanya kegiatan politik praktis (berkaitan Pemilu 2024) di kampus. Ketiga, menolak segala bentuk provokasi negatif dari berbagai pihak," kata Yohanis pada Senin (5/2/2024).

Ia juga menegaskan, apabila terdapat hal-hal yang bertentangan dengan 3 poin di atas, maka pihaknya akan bergerak secara masif membela rakyat.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Apabila terdapat hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan rakyat saat pemilu berlangsung maka kami tidak segan bergerak secara masif, untuk membela rakyat," katanya.

Dia juga menyampaikan, bahwa Pemilu 2024 merupakan ajang mencari pemimpin terbaik bangsa. Menurutnya, suara rakyat akan menentukan siapa pemimpin terbaik yang dicintai oleh rakyat.

"Rakyat Indonesia tidak bodoh untuk bisa menentukan yang terbaik bagi masa depan bangsa dan negara. Rakyat Indonesia tahu betul siapa pemimpin terbaik yang akan meneruskan kepemimpinan sebelumnya," katanya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Setiap orang memiliki hak demokrasi tanpa terkecuali. Setiap orang juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum, tanpa terkecuali. Hal ini sudah dijamin dalam UUD 1945.

"Silahkan menggunakan haknya, tapi jangan memaksakan orang lain bahwa pendapatnya paling benar. Pendapat sekelompok orang tidak boleh dipaksakan sebagai pendapat seluruh rakyat Indonesia. Kami menghimbau untuk menjaga iklim demokrasi, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok tertentu," ungkapnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.