Rabu, 10 Jun 2026 12:59 WIB

Warga Prambon Sidoarjo Kerja Bakti Bersihkan Puing Dampak Puting Beliung

Warga dibantu aparat bergotong royong di Desa Kedung Wonokerto, Prambon, Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Warga dibantu aparat bergotong royong di Desa Kedung Wonokerto, Prambon, Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Kedung Wonokerto, Prambon, Sidoarjo bersama Forkopimda setempat melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing dampak angin puting beliung.

Seperti diketahui, sebagian besar wilayah di Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (4/2/2024) sore dilanda hujan deras disertai angin kencang. Ratusan rumah warga rusak dan 1 korban meninggal dunia.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi pun turut hadir di Desa Kedung Wonokerto. Ia juga mengunjungi kediaman keluarga korban meninggal dunia dengan melakukan doa bersama.

Subandi menyampaikan bahwa pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin memberi bantuan.

"Hari ini kita hadir secara pribadi memberikan bantuan dan doa bersama terutama untuk keluarganya. Yang kedua ada bantuan dari Basnaz, ini adalah bencana kita jangan takut untuk memberikan bantuan," terangnya Senin (5/2/2024).

Ia berpesan kepada warga Sidoarjo agar turut serta segera memberikan bantuan.

"Bantuan-bantuan yang ada maksimalkan, biarkan warga memberikan bantuan selain pemerintah daerah yang turun. Adem senang dan jangan buat mainan keadaan seperti ini," jelasnya.

Di waktu yang sama, Kepala Desa Kedung Wonokerto, Karmidi menyebutkan ada beberapa hal sangat dibutuhkan warga terdampak puting beliung, yaitu tempat tinggal

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Kebutuhan yang paling urgent saat ini pastinya tempat tinggal, karena banyak sekali rumah yang hancur dan hilang. Masalah makan tidak ada kendala karena sesama warga saling bantu, masalah terpal dibantu BPPD," terangnya.

Karmidi menyampaikan bahwa kini telah ada 3 posko tenda didirikan. Posko pusat, posko di RW 04 dan RW 01.

"Dapur umum belum ada, tapi nanti misal dibutuhkan akan kita dirikan," tutupnya.

Sementara itu, Sekertaris Kecamatan Prambon, Selamet mengungkapkan bahwa kejadian puting beliung terparah memang di Kedung Wonokerto.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Data posko di balai desa yang masuk ada 200 rumah yang rusak dan yang paling parah ada yang roboh total rata dengan tanah. Ada juga tembok tinggal separuh dan atas atap hilang. Diantaranya bantuan yang dibutuhkan termasuk asbes, genteng, bata serta bahan bangunan lainnya yang paling urgent adalah terpal," paparnya

Ia melanjutkan bantuan untuk warga desa disalurkan dari posko, dengan dilakukan pendataan dan mapping sebelumnya.

"Mengenai logistik makanan dari Dinsos yang memback up dengan sembako terlebih untuk warga yang tidak mampu," pungkas Selamet.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.