Kamis, 11 Jun 2026 09:44 WIB

Peretas Surabaya Itu Raup Uang Rp 200 Juta

  • Penulis :
  • | Selasa, 13 Mar 2018 20:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang bekerjasama dengan FBI, telah mengamankan peretas (hacker) asal Surabaya.

Tiga pemuda Surabaya yang ditangkap yakni inisial KPS (21), NA (21) dan ATP (21). Mereka adalah pendiri dan anggota komunitas hacker yang berada di Kota Surabaya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Mereka ditangkap, setelah kurang lebih dua bulan Tim Satgas Cyber Crime Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan, setelah mendapatkan informasi dari FBI Amerika Serikat tentang adanya aktifitas peretasan yang dilakukan sekelompok orang dari negara Indonesia.

"Pada Minggu sekitar pukul 13.00 wib, penyidik berhasil mengamankan pelaku dengan inisial NA beserta barang buktinya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Selasa (13/3/2018).

Dari penangkapan NA, Tim Satgas Cyber Crime dari Polda Metro Jaya mengembangkan kasus tersebut, dan mengamankan dua tersangka lainnya yakni, KPS dan ATP di tempat yang berbeda.

"Berdasarkan bukti yang sudah dimiliki oleh penyidik, kelompok ini sudah bekerja terhadap 3.000 sistem elektronik di seluruh negara Indonesia maupun negara lainnya," tuturnya.

Negara lain seperti, Thailand, Australia, Turki, Uni Emirat Arab, Jerman, Prancis, Inggris, Swedia, Bulgaria, Cille, Kolombia, Cina, Italia, Kanada, Argentina, Pantai Gading, Korea Selatan, Singapura, Irlandia, Meksiko, Spanyol, Iran, Nigeria, Rusia, New Zealand, Rumania, Uruguai, Belgia, Hongkong, Albania,  Vietnam, Belanda, Pakistan, Portugal, Slovenia, Kepulauaan Caribia, Maroko, Libanon.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Modus operandi yang dilakukan, para tersangka melakukan hack merusak sistem elektronik korban. Kemudian, mengirimkan email kepada korban, yang mengharuskan korban membayar sejumlah uang," tutur mantan Kabid Humas Polda Jatim ini.

Argo mengatakan, pembayaran uang tersebut dilakukan melalui akun paypal atau akun bitcoin.

"Jiko korban tidak melakukan pembayaran, maka kelompok ini akan menghancurkan sistem korban tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Dari pengakuan tersangka, komunitas mereka ini sudah beroperasi meretas web dari berbagai manca negara.

"Berdasarkan pengakuan para tersangka, pendapatan mereka dapat dari hasil melakukan kejahatan selama Tahun 2017 adalah berkisar antara Rp 50 sampai Rp 200 juta," jelasnya.

Penulis: jajeli rois

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.