Minggu, 21 Jun 2026 07:06 WIB

Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Siapkan Toa Kim Jelang Imlek, Apa Itu?

Pekerja melakukan pengecatan di atap klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pekerja melakukan pengecatan di atap klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang perayaan tahun baru Imlek, pengurus Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung terus melakukan sejumlah persiapan. Sejumlah pekerja mulai melakukan pengecatan di sekitar kelenteng. Selain itu juga menyiapkan Toa Kim.

Mereka mengecat ornamen mulai dari bagian atap hingga di dalam kelenteng. Pengecatan juga dilakukan di bagian pagar. Ornamen yang terletak di bagain atap kelenteng juga dicat ulang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Beberapa pekerja sudah melakukan persiapan sejak bulan Desember lalu, mulai membersihkan dan pengecatan," ujar Bioma Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing, Selasa (30/1/2024).

Ritual perayaan Imlek di kelenteng ini akan dimulai pada 4 Februari mendatang. Mereka akan melakukan ritual ayak abu dupa. Setelah itu ritual mengganti baju dewa juga dilakukan. Baju dewa yang awalnya berwarna kuning akan diganti dengan warna merah yang merupakan warna khas Imlek.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kita juga akan memasang beragam ornamen khas Imlek seperti lampion dan lainnya," terangnya.

Pihak pengurus Kelenteng Tjoe Tik Kiong juga menyiapkan Toa Kim, yang biasa dipersembahkan kepada dewa saat sembahyang Imlek nanti. Toa Kim ini merupakan uang dewa yang biasa dipersembahkan saat sembahyang. Saat ini mereka mulai membuat Toa Kim dari kertas khusus, untuk memenuhi pesanan dan kebutuhan dalam sembahyang Imlek.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Setiap Toa Kim memiliki makna tersendiri harapannya hal tersebut dapat terwujud saat tahun baru Imlek," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.