Minggu, 21 Jun 2026 03:15 WIB

Harga Bahan Kue Keranjang Naik Jelang Imlek 2024, Penjual Sambat Sepi Pembeli

Tok Swie Giok (84) dan kue keranjang buatannya di Jalan Raden Patah Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Tok Swie Giok (84) dan kue keranjang buatannya di Jalan Raden Patah Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan Imlek identik dengan kue keranjang. Di tahun 2024 ini harga bahan kue keranjang mengakami kenaikan, sementara pembelinya sepi.

Kue keranjang terbuat dari tepung ketan dan gula yang mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Tok Swie Giok (84) seorang pembuat kue keranjang di Jalan Raden Patah Sidoarjo menuturkan penjualan di tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun kemarin.

"Sebelum pandemi banyak (pembeli). Tahun ini ekonominya seperti ini, banyak yang sudah beli tapi sedikit-sedikit. Yang mau ambil banyak-banyak belum tanggalnya, cuma pesanan berapa-berapa sudah dicatat," tutur Tok Swie Giok, Senin (29/1/2024).

Dalam sehari ia hanya mampu memproduksi 100 buah. Padahal tahun lalu produksi bisa mencapai 300an buah dalam sehari.

"Kalau sekarang pesan 100 tinggal kapan ambilnya, pesan 50 juga tinggal kapan ambilnya, tahun ini menurun dibanding tahun lalu," ungkapnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Tok Swie Giok melanjutkan kue keranjangnya telah dipesan oleh konsumen dari berbagai daerah. Biasanya dari Mojokerto, Surabaya, dan Sidoarjo

"Ada yang dibawa ke Bali atau dilempar sampai luar pulau lainnya," jelasnya.

Kue keranjang buatannya dibandrol seharga Rp19 ribu per buah akibat naiknya bahan pokok pembuatannya. Tahun sebelumnya harganya Rp17 ribu.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Selisih Rp2 ribu sama tahun lalu, karena bahan gula naik, ketan tempo hari Rp16 ribu sekarang Rp20 ribu," tutur Tok Swie Giok yang telah 30 tahunan menekuni pembuatan kue keranjang.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.