Jumat, 19 Jun 2026 13:59 WIB

Budidaya Rumput Laut Dikembangkan di Bangkalan, Pj Bupati: BUMDes Harus Kreatif

PJ Bupati Bangkalan Arief M Edie bersama Yakuttinah Marjan (baju putih) Pimpinan Jeeva Bumi Nusantara saat mendampingi masyarakat pesisir dalam budidaya rumput laut di Klampis Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
PJ Bupati Bangkalan Arief M Edie bersama Yakuttinah Marjan (baju putih) Pimpinan Jeeva Bumi Nusantara saat mendampingi masyarakat pesisir dalam budidaya rumput laut di Klampis Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Melihat potensi pasar dan karakteristik daerah Bangkalan, Jeeva Bumi Nusantara melakukan kerja sama budidaya nilam dan rumput laut dengan petani lokal dan masyarakat di Kecamatan Klampis Bangkalan.

Pimpinan Jeeva Bumi Nusantara, Yakuttinah Marjan, PhD(cand), CSCM menjelaskan, alasan pengembangan hasil bumi nilam dan rumput laut ini.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Nilam Indonesia merupakan minyak atsiri terbaik dunia di dunia aroma, sedangkan rumput laut merupakan komoditas yang menjadi primadona dunia, hampir 70% area Indonesia adalah perairan yang memiliki garis pantai yang sangat panjang, juga beberapa area yang dapat menjadi lokasi budidaya rumput laut sepanjang tahun. Hal ini tidak dimiliki oleh China (produsen rumput laut terbesar dunia) dan Vietnam," tuturnya, Kamis (25/1/2024).

"Selain itu, rumput laut mempunyai berbagai macam manfaat, baik untuk industri makanan dan minuman, kosmetik, biomass, bio plastic, dan textile. Rumput laut juga menjadi perhatian di dunia industri untuk supply yang sustain," tambah Yakuttinah yang juga sebagai Ketua Bidang Pertanian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur.

Lebih lanjut, ia menyampaikan besarnya potensi pasar ini dilihat dari pertumbuhan ekspor rumput laut kering dari Jawa Timur.

Sementara terkait kawasan Klampis Bangkalan, dinilai cocok untuk menjadi area budidaya rumput lautnya.

"Ya, karena lokasi yang memiliki garis pantai sepanjang 125 kilometer dan akses yang cukup dekat dengan pelabuhan internasional, menjadikan kawasan ini menjadi alternatif lokasi strategis untuk budidaya ini," ungkapnya.

Melihat potensi tersebut, Yakuttinah menilai bisnis rumput laut memiliki peluang yang bagus untuk dikembangkan. Dirinya pun berkomitmen menjadi pemasok.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Untuk mewujudkan program pemberdayaan nilam dan rumput laut ini, ia menggandeng pihak Pemkab Bangkalan, beserta instansi terkait serta masyarakat sekitar.

"Kami bekerja sama agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pendapatan daerah Kabupaten Bangkalan yang berkelanjutan di masa depan," imbuhnya.

Ia berharap program ini dapat menjadi pilot project untuk daerah lain dan menjadikan komoditas rumput laut menjadi produk unggulan Kabupaten Bangkalan untuk dikirim ke pasar domestik dan internasional," pungkasnya.

Sementara itu PJ Bupati Bangkalan Arief M Edie turut menyampaikan harapannya dengan adanya kerjasama budidaya rumput laut.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

"Diharapkan masyarakat punya lahan penghasilan baru sehingga bisa memutar roda perekonomian kemudian menciptakan pengusaha-pengusaha muda yang otomatis akan tercipta lapangan pekerjaan baru bagi anak-anak muda sekitar di Kabupaten Bangkalan," ujarnya.

Ia juga mengimbau para kepala desa (kades) yang memiliki daerah pesisir laut untuk ikut mengembangkan tanaman rumput laut ini lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki.

"BUMDes harus kreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru salah satunya dengan membudidayakan tanaman rumput laut ini," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.