Senin, 15 Jun 2026 11:51 WIB

50 Guru di Sidoarjo Digembleng tentang Perspektif Sekolah Toleransi

Training "Peningkatan Kapasitas dan Jumlah Guru Penggerak dalam Pengembangan Sekolah Toleransi di Kabupaten Sidoarjo" di Fave Hotel Sidoarjo. (Foto: BrangWetan for jatimnow.com)
Training "Peningkatan Kapasitas dan Jumlah Guru Penggerak dalam Pengembangan Sekolah Toleransi di Kabupaten Sidoarjo" di Fave Hotel Sidoarjo. (Foto: BrangWetan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Guru penggerak bukan sekadar pengajar biasa tetapi memiliki peran penting meningkatkan kualitas pendidikan. Guru penggerak dapat menjadi pelopor toleransi di sekolah masing-masing.

Terkait hal itu, Komunitas Seni Budaya BrangWetan menyelenggarakan acara "Training Peningkatan Kapasitas dan Jumlah Guru Penggerak dalam Pengembangan Sekolah Toleransi di Kabupaten Sidoarjo" di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu (24/1/2024).

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Acara ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo dan didukung oleh Forum Wartawan (Forwas) Institute Sidoarjo.

Sebanyak 50 guru dari 50 SMP negeri dan swasta mengikuti acara ini. Sebanyak 29 guru di antaranya sudah menjadi guru penggerak. Sedangkan sekolah yang belum memiliki guru penggerak diwakili oleh guru yang ditunjuk kepala sekolah.

"Acara ini merupakan rangkaian program Cinta Budaya Cinta Tanah Air (CBCTA) dari Komunitas BrangWetan sejak tahun 2020, di mana 3 SMPN dan 1 SMA serta 1 MA sudah dideklarasikan sebagai Sekolah Toleransi," kata Ketua Komunitas BrangWetan Henri Nurcahyo yang juga Manajer Proyek CBCTA #3.

Menurut Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Kabupaten Sidoarjo, M. Nuh, guru penggerak memiliki peluang dan potensi menjadi kepala sekolah. Karena itu dengan adanya acara yang diselenggarakan oleh Komunitas BrangWetan ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi guru penggerak.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Acara ini dipandu Hernik Farisia, M.Pd, dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang menjadi narasumber tunggal dan sudah berpengalaman dalam program Pendampingan Sekolah Penggerak Kemendikbud Republik Indonesia.

Dengan mengikuti program ini, kata Hernik, maka guru penggerak memiliki perspektif tentang sekolah toleransi sehingga dapat menjadi anggota Satgas Toleransi Toleransi di sekolah.

"Sekolah toleran merupakan sekolah yang sudah menjunjung tinggi penghormatan atas perbedaan sehingga kondusif bagi proses belajar mengajar, " ujar Hernik.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Ditambahkan Hernik, nilai-nilai toleransi ini penting ditumbuhkembangkan di sekolah karena di masyarakat kita banyak sekali perbedaan atas dasar agama, ras, dan sebagainya.

Nilai toleransi berarti mengakui hak setiap orang, menghormati keyakinan orang lain, setuju dalam perbedaan saling mengerti dan sebagainya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.