Rabu, 17 Jun 2026 00:09 WIB

DPRD Dukung Parkir Nontunai di Surabaya: Semakin Nyata Smart City

Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am (dok.jatimnow.com)
Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am mendukung pemberlakuan sistem pembayaran parkir nontunai di Kota Pahlawan. Menurut dia, kebijakan ini semakin menyatakan bahwa Surabaya adalah Smart City.

"Lebih dari itu, dengan sistem nontunai retribusi parkir akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya," kata Ghoni, Senin (22/1/2024).

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Ia pun mengajak warga Surabaya untuk ikut beradaptasi dengan kemajuan teknologi ini. Menurut Ghoni, kebijakan ini juga akan memaksa warganya semakin melek dengan teknologi.

Di sisi lain, metode pembayaran nontunai atau QRIS ini, ia nilai juga semakin praktis. Ia pun meminta kepada Dishub Surabaya untuk menata kesepakatan ini dengan Juru Parkir (Jukir) secara adil dan merata.

"Data Dishub Surabaya yang kami punya, bahwa parkir TJU yang eksisting ada sekitar 1.370-an titik," katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Lebih lagi, dengan parkir QRIS ini, Jukir tidak perlu khawatir hilang pekerjaan atau pendapatan. Karena dalam Perwali No 2 Tahun 2015 Pasal 5 disebutkan, jumlah honorarium yang diterima oleh petugas parkir setiap bulan sebesar 30%.

Ia kembali menambahkan, sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dirinci sebagai berikut, 20% diberikan kepada para Jukir, dan 10% diberikan kepada Koordinator Jukir.

"Yang pasti dengan parkir nontunai, pengguna kendaraan yang parkir semakin nyaman, tenang, dan aman,” pungkas Ghoni.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Di sisi lain, dalam uji coba seminggu lebih ini, Wali Kota Surabaya malah membesarkan prosentase pembagian parkir menjadi 60-40. Sebesar 60 persen ke Pemkot dan 40 persen ke Jukir.

Meski dinaikkan, para Jukir masih melakukan penolakan. Mereka menuntut prosentase lebih besar diberikan ke Jukir, yakni di atas 50 persen.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.