Senin, 15 Jun 2026 12:53 WIB

CBCTA, Ikhtiar Wujudkan Sekolah Toleransi di Sidoarjo

BrangWetan didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo dan Forwas Institute saat menggelar acara rangkaian program "Cinta Budaya Cinta Tanah Air" (CBCTA)#3 di Fave Hotel Sidoarjo. (Foto: BrangWetan for jatimnow.com)
BrangWetan didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo dan Forwas Institute saat menggelar acara rangkaian program "Cinta Budaya Cinta Tanah Air" (CBCTA)#3 di Fave Hotel Sidoarjo. (Foto: BrangWetan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Komunitas Seni Budaya BrangWetan, didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) Institute menggelar rangkaian program "Cinta Budaya Cinta Tanah Air" (CBCTA) gelombang 3 sejak dimulai di tahun 2020.

Acara tersebut bertajuk "Soft Meeting Waka Kurikulum dan Waka Kesiswaan Menuju Sekolah Toleransi"  digelar Fave Hotel, Sidoarjo, Kamis lalu.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Salah satu pemateri, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya M. Amin Hasan, M.Pd,  mengatakan  bahwa kurikulum bukan sebatas yang diajarkan di kelas.

"Yang namanya kurikulum itu bukan sebatas apa yang diajarkan di dalam kelas, melainkan apa yang dilakukan dan ditunjukkan oleh sikap guru. Busana guru misalnya,  itu juga termasuk bagian dari kurikulum karena akan dinilai oleh siswa," ujar Amin dalam siaran pers Sabtu (20/1/2024).

Ia melanjutkan untuk mewujudkan Sekolah Toleransi tidak hanya sebatas ucapan dan administrasi belaka, namun juga harus meliputi seluruh ekosistem sekolah, mulai dari kepala sekolah,  guru, siswa, bahkan hingga segala pihak terkait.

Selanjutnya Amin Hasan menuturkan, bahwa toleransi harus juga ditunjukkan melalui ucapan, sikap, dan perbuatan, bahkan juga melalui simbol-simbol. 

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Sementara itu Henri Nurcahyo, Project Manager CBCTA #3 memaparkan bahwa 50 sekolah SMP di Sidoarjo yang terdiri dari 43 SMP Negeri dan 7 SMP  swasta ditambah 5 orang pengawas sekolah nantinya akan deklarasi Sekolah Toleransi yang direncanakan bulan Mei nanti. 

"Hal ini menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki Sekolah Toleransi pertama kali dan terbanyak, " tegas Henri yang juga Ketua Komunitas Seni Budaya BrangWetan. 

Lebih lanjut ia menjelaskan di gelombang kedua yang lalu, sudah menghasilkan 3 SMP negeri sebagai Sekolah Toleransi yaitu SMPN 1 Taman, Gedangan, dan Waru.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Mereka inilah yang menjadi sekolah percontohan Sekolah Toleransi, " tuturnya.

Hadir dalam acara ini Kepala Bidang Peningkatan Mutu Disdikbud Sidoarjo, Dr Netty Lastiningsih, dan Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Sidoarjo, Kartini, MPd.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.