Rabu, 17 Jun 2026 04:59 WIB

Patung Semut Niscala di Pasuruan, Berbahan Limbah Penuh Makna Filosofi

Achmad Yusril Ismal Maulana Mahendra saat mengusung patung Niscala bersama warga Desa Semut. (Foto-foto: Yusril for jatimnow.com)
Achmad Yusril Ismal Maulana Mahendra saat mengusung patung Niscala bersama warga Desa Semut. (Foto-foto: Yusril for jatimnow.com)

jatimnow.com - Achmad Yusril Ismal Maulana Mahendra (25) warga Desa Semut, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, mendedikasikan karya yang dibuatnya untuk tempat asalnya. Ia membuat monumen patung semut bernama Niscala.

"Selain mendedikasikan karya Niscala untuk tempat lahir di Desa Semut, juga sebagai bagian upaya tanggap lingkungan. Yaitu dengan memanfaatkan limbah yang tidak terpakai seperti sampah sisa konstruksi berupa besi yang kemudian menjadi karya yang memiliki nilai," terang Yusril kepada jatimnow.com, Rabu (17/1/2024).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Lebih lanjut, Yusril menyampaikan, selain besi, terdapat bahan lain dalam komposisi bahan yang dibuat untuk monumen patung Niscala.

"90 persen bahan yang dipakai besi. Dan hanya ada ornamen yang memakai resin dan bubuk pengeras," ucapnya.

Patung Niscala mempunyai berat kurang lebih 100 Kilogram. Dibuatnya memakan waktu sekitar 8 bulan dengan bantuan tim yang terdiri 10 orang dari keluarga sendiri.

Ia menyampaikan karya Niscala yang dibuatnya mengandung makna filosofis sejarah Desa Semut.

"Patung ini bernama Niscala yang artinya kuat dan kokoh. Sebagai monumen ikon desa dimana sejarah Desa Semut berawal dari seorang musyafir yang bernama Mbah Sirojjudin. Beliau merupakan tokoh yang membangun juga pendiri Desa Semut. Dinamai Desa Semut karena beliau menemukan sebuah gundukan, ketika beliau belah gundukan tersebut, keluarlah koloni semut. Dari hal tersebut akhirnya dinamakan Desa Semut," tutur Yusril.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Ia menjelaskan, proses pembuatan monumen patung semut Niscala diawali sketsa dibentuk terlebih dulu hingga beberapa sketsa tersebut ter-ACC dan sesuai dengan latar belakang Desa Semut.

Proses selanjutnya, pengeraman pembuatan kerangka bentuk, menutup rangka tersebut hingga membentuk anatomi objek semut.

"Dan proses terakhir ialah pembuatan tekstur dari bahan limbah sisa konstruksi yang diiringi dengan pengecatan," jelas Yusril.

Proses pembuatannya juga penuh tantangan. Bahan besi yang dibutuhkan tidak bisa sembarangan.

Baca Juga: Sanggar DAUN Gelar Pameran HUT ke-22 di Galeri Prabangkara Surabaya

"Nunggu bahan yang pas yang memakan waktunya. Soalnya gak semua besi bisa di pakai karena besi tersebut memilik sifat beda. Ada yang bisa di las dan ada yang gak bisa," kata dia.

Yusril mengucapkan terima kasih kepada keluarga, perangkat dan warga desa serta seluruh pihak terkait serta universitas yang mendukung penuh dalam hal mewujudkan karya.

Yusril berharap setelah patung monumen Niscala tersebut diciptakan dapat lebih memberikan banyak manfaat bagi Desa Semut serta sekitarnya.

"Saya berharap, patung monumen Niscala ini sebagai pengingat sejarah untuk dapat lebih menghargai Desa Semut, tempat kita tinggal, juga menjadi inspirasi masyarakat Desa Semut dan sekitarnya agar lebih dapat memanfaatkan sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki nilai, intinya itu," pungkas alumnus Universitas Brawijaya jurusan seni rupa murni angkatan 2018 ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.