Sabtu, 13 Jun 2026 04:26 WIB

Plus Minus Kandidat Ketua Timses Jokowi di Jatim

  • Penulis :
  • | Rabu, 05 Sep 2018 22:09 WIB
Surokim Abdussalam, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Surokim Abdussalam, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

jatimnow.com - Tiga kandidat calon Ketua Tim Sukses (Timses) Jokowi-KH Ma'ruf Amin di wilayah Jawa Timur yang berasal dari para tokoh non parpol, dinilai sudah tepat.

Mereka adalah Tokoh Pers Dahlan Iskan, Mantan Gubernur Jatim Imam Utomo dan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. Nama Machfud Arifin masuk kategori karena Jumat (7/9/2018) sudah pensiun.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Surokim Abdussalam, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengatakan ketiga tokoh itu memiliki kelebihan dan kelemahan.

Dari hasil rapat konsolidasi partai pengusung Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Jawa Timur, awalnya menjaring empat. Soekarwo Gubernur Jatim terpental karena peraturan.

"Menurut saya, ketiganya karena bukan dari unsur partai politik jauh akan bisa diterima partai koalisi di daerah guna solidaritas partai pengusung. Ketiganya cukup bisa diterima," ujar Surokim saat dihubungi jatimnow.com, Rabu (5/9/2018).

Surokim pun menilai kelebihan dan kekurangan dari ketiga kandidat tersebut. Dari segi ketokohan, Dahlan Iskan diniai lebih banyak nilai plusnya jika dibandingkan dengan Imam Utomo dan Irjen Pol Machfud Arifin.

Selain dianggap menguasai media, Dahlan juga dinilai memiliki relasi ketokohan, sehingga bisa masuk dalam semua segmen pemilih di Jawa Timur. Namun, afiliasi politik di masa lalu dapat menjadi hambatan.

"Hanya saja level Pak Dahlan itu pantasnya di nasional. Kalau ditaruh di daerah, menurut saya kekecilan baju. Apalagi, Pak Dahlan juga punya afiliasi politik yang tidak terlalu dekat dengan PDIP, rasanya juga menjadi faktor pemberat," tuturnya.

Sedangkan Imam Utomo, kata Surokim, dinilai sudah lama vakum di dunia politik.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Saya rasa hanya bisa berkomunikasi dengan jaringan lama dan segmen pemilih dewasa dan tua, mengingat usia beliau juga tidak muda lagi," katanya.

Ia menambahkan, Imam Utomo juga relatif diterima kalangan nahdliyin baik di struktural maupun kultural, dan bisa juga menjalin komunikasi lintas partai.

"Tetapi vitalitas beliau untuk mobile, saya pikir tidak seperti dulu," tuturnya.

Sedangkan Irjen Pol Machfud Arifin dilihat dari sisi energi sangat pas dan paling diuntungkan.

"Karena masih fit dan bisa bergerak cepat memantapkan jaringan di Jawa Timur," jelasnya.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.