Senin, 22 Jun 2026 08:03 WIB

Longsor di Pudak Ponorogo Ancam Rumah Warga, Sawah Porak-poranda

Longsor di Pudak Ponorogo. (Foto: BPBD Ponorogo for jatimnow.com)
Longsor di Pudak Ponorogo. (Foto: BPBD Ponorogo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bencana tanah longsor terus terjadi di Ponorogo. Kali ini, longsor terjadi di Dusun Tajem, Desa Bareng, Kecamatan Pudak. Akibatnya, 2 rumah warga di desa setempat terancam ambruk dan memporak-porandakan persawahan.

Dua rumah yang terancam milik Hadi Prasetyo dan Boimin. Sedangkan sawah milik Hari Prasetyo. Sebenarnya sawah yang rusak tidak terlalu luas. Namun menyebabkan sawah tidak bisa dipakai,

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pantauan di lokasi, longsor membuat rumah Hadi Prasetyo bagian belakang dan kandang harus segera dibongkar. Mengingat jarak mahkota longsor dan rumah sekitar 1 meter.

Rumah Boimin bagian belakang juga terancam. Jaraknya sekitar 2 meter dari bibir longsor. Jarak mahkota longsor dan jalan desa penghubung Desa Wagirkidul dan Desa Bareng sekitar 10 meter.

Pemilik rumah yang terancam, Hadi Prasetyo mengaku bahwa kejadiannya siang hari. Tidak ada hujan saat terjadi longsor.

“Tahu-tahu tebing belakang rumah saya ambrol. Padahal saat itu tidak ada hujan. Beberapa hari memang hujan. Pas longsor tidak (hujan),” ungkap Hadi.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Longsor berawal dari pohon tumbang. Kemudian diikuti dengan tebing yang ambrol. Longsor mengenai area persawahan juga dekat dengan rumah bagian belakang

"Jemuran saya kemarin aja terbawa longsoran juga. Tidak bisa diselamatkan sama sekali. Longsor sangat cepat,” urainya.

Hadi pun harus mengungsi jika malam hari karena akan terjadi longsor susulan.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

“Tidur di tetangga, Mas kalau malam," tegasnya.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logsitik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Agung Prasetyo mengaku bahwa sedang melakukan hasil kajian cepat.

“Sekilas kontur tanah di lokasi tersebut tidak stabil. Selengkapnya nanti kami informasikan,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.