Rabu, 17 Jun 2026 08:19 WIB

Disnakeswan Tulungagung Pantau Monyet Ekor Panjang, Dikhawatirkan Rabies

Monyet ekor panjang yang menggigit anak kecil di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Monyet ekor panjang yang menggigit anak kecil di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung melakukan pemantauan terhadap seekor monyet ekor panjang yang dipelihara oleh warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol. Hewan tersebut sebelumnya, dilaporkan telah menggigit anak kecil.

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan aman dari penyakit rabies. Selain anjing dan kucing, monyet masuk dalam daftar hewan yang dapat membawa penyakit rabies.

Kabid Kesehatan Hewan, Disnakeswan Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol terkait adanya monyet ekor panjang yang menggigit anak kecil.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Usai menerima laporan itu, pihaknya lantas bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung bergegas menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Setibanya di lokasi, pihaknya lantas melakukan pemeriksaan fisik terhadap monyet ekor panjang tersebut.

"Kami menerima informasi adanya monyet ekor panjang yang dipelihara warga Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol dan mengigit anak-anak," ujarnya, Rabu (10/1/2024).

Pemeriksaan fisik tersebut, jelas Tutus, ditujukan untuk mengetahui, apakah monyet ekor panjang itu mempunyai penyakit rabies atau tidak. Mengingat monyet sendiri termasuk ke dalam daftar hewan pembawa rabies, selain anjing dan kucing yang tentunya penyakit rabies membahayakan manusia.

Sesuai aturan, berdasarkan Standart Operating Procedur (SOP) hewan pembawa rabies yang mengigit manusia harus menjalani proses karantina atau observasi selama 14 hari.

Hal itu dilakukan untuk memastikan jika hewan tersebut tidak memiki gejala rabies, yang jika ditemukan akan dilakukan tindakan berikutnya.

"Selama 14 hari, monyet ekor panjang itu harus menjalani karantina dan dilakukan observasi oleh kami. Kami ingin memastikan apakah ada gejala rabies atau tidak. Kalau ada, kami ambil tindakan berikutnya," jelasnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, pihaknya memastikan jika hewan ini dalam keadaan sehat tanpa adanya penyakit.

Namun setelah observasi selama 14 hari dan tidak ditemukan gejala rabies, pihaknya akan mengeluarkan surat pembebasan rabies dan melakukan vaksinasi kepada hewan itu.

Monyet ekor panjang sendiri tergolong hewan liar, tetapi masih bisa dipelihara oleh masyarakat jika berada di lingkungan rumah. Hanya saja, monyet ekor panjang akan menjadi agresif apabila merasa dirinya terancam seperti saat diganggu atau disiksa.

"Untuk korban saat ini sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan sesuai SOP penanganan. Sedangkan untuk hasil observasinya akan keluar pada Sabtu mendatang," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, pemilik monyet ekor panjang, Eko Supriono menduga monyetnya mengigit anak tersebut karena diganggu entah pakai kayu atau justru dilempari batu, sehingga monyet tersebut agresif.

Hal itu sebenarnya merupakan langkah pertahanan diri dari monyet tersebut, saat merasa terancam, sehingga mengigit anak tersebut. Monyet ini sudah dipelihara olehnya selama 2,5 tahun terakhir.

"Kalau pada akhirnya nanti monyet saya ini diambil oleh pihak BKSDA, saya ikhlas memberikan monyet tersebut," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.