Minggu, 21 Jun 2026 12:01 WIB

Bangunan Liar Bermunculan di JLS Tulungagung, 3 Skema Penertiban Disiapkan

Bangunan-bangunan liar di JLS di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bangunan-bangunan liar di JLS di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan bangunan liar banyak bermumculan di kawasan perhutani dan bahu Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung. Keberadaan bangunan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan lantaran banyak pengendara yang berhenti.

Pemkab Tulungagung akan segera melakukan penertiban. Para pelaku usaha tersebut disiapkan lahan berjualan khusus.

Baca Juga: Tinjau JLS, Bupati Jember Temukan Tambak Udang Tak Berizin

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Hari Subagyo mengaku, Pemkab Tulungagung telah melakukan rapat koordinasi bersama Perhutani dan Balai Pelaksana Jalan, membahas tentang maraknya bangunan liar di JLS Tulungagung. Diketahui bahwa sepanjang JLS Tulungagung terdapat sembilan titik, yang terdapat bangunan liar.

“Dari hasil rapat koordinasi, telah disepakati bangunan liar yang berdiri di bahu JLS Tulungagung akan dilakukan penertiban,” ujarnya, Sabtu (6/1/2024).

Hari menjelaskan, ada tiga skema yang akan digunakan untuk melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang JLS. Dari sembilan titik tersebut, terdapat lima titik bangunan liar yang berada di bahu jalan, sedangkan empat titik berada di area perhutani.

“Kami telah menginventaris, jadi satu titik saja itu terdapat 87 bangunan liar. Dimana terdapat bangunan permanen dan tidak permanen,” jelasnya.

Baca Juga: 3 Koper Diamankan KPK Dari Penggeledahan Kantor Pemkab Tulungagung

Skema jangka pendek, pemerintah akan memasang rambu-rambu larangan mendirikan bangunan di JLS Tulungagung.

Selain itu skema jangka menengah, pemerintah akan melakukan penertiban bangunan liar yang digunakan masyarakat berjualan ke tempat relokasi. Pihaknya telah menyiapkan empat tempat relokasi yang berada di Lot 6. Serta, membuat satuan tugas (Satgas) dari petugas Satpol PP Tulungagung untuk melakukan penertiban.

“Kami telah menetapkan tempat relokasi sebanyak empat titik. Tempat tersebut merupakan bekas rest area dan disposal. Nanti mereka akan kami relokasi disitu. Tahun ini kami akan mulai penertiban,” tuturnya.

Baca Juga: Ahmad Baharudin Jadi Plt Bupati Tulungagung Usai Gatut Sunu Ditangkap KPK

Sedangkan skema jangka panjangnya adalah pemerintah akan melakukan kerjasama dan mengangarkan program pembangunan rest area dan pariwisata. Nantinya, pemilik bangunan liar yang ingin berjulan di JLS Tulungagung akan dikenakan retribusi.

“Jadi tahun ini kami lakukan penertiban, dan mereka bisa membuat bangunan di tempat yang sudah kami tentukan. Sedangkan tahun depan, kami akan anggarakan untuk pembangunan pariwisata dan rest area di JLS Tulungagung,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.