Selasa, 16 Jun 2026 16:42 WIB

Alokasi Pupuk Subsidi di Tulungagung Dikepras 50 Persen

Petani saat beraktifitas di sawah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petani saat beraktifitas di sawah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Tulungagung dikepras hingga 50 persen dari total kebutuhan. Kendati demikian, alokasi pupuk subsidi diyakini mampu mencukupi kebutuhan petani pada masa tanam pertama.

Pihak Dinas Pertanian setempat optimis alokasi pupuk bersubsidi ini akan ditambah lagi oleh pemerintah, dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kabid Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Triwidyono Agus Basuki mengatakan, pada 2023 pengajuan pupuk subsidi dari petani yakni 27,8 ribu ton Urea dan 19 ribu ton NPK.

Namun berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur, diputuskan alokasi pupuk subsidi dikepras hingga 50 persen dari total kebutuhan.

“Alokasi pupuk Urea hanya 14 ribu ton dan NPK 19 ribu ton untuk Tulungagung pada tahun 2024,” ujarnya, Jumat (05/01/2024).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Alokasi pupuk yang telah ditetapkan ini hanya dapat mencukupi hingga masa tanam pertama saja. Sedangkan untuk kekurangan alokasi pupuk subsidi tersebut, pihak dinas akan melakukan koordinasi kembali dengan Kementan RI.

Meskipun begitu, mereka optimis alokasi pupuk bersubsidi ini akan ditambah dalam beberapa bulan ini.

"Nantinya jika semua pupuk subsidi sudah tersalurkan pada masa tanam pertama, Kementan RI akan menghitung kembali kebutuhan pupuk subsidi petani seluruh Indonesia. Kemungkinan, akan ada tambahan alokasi pupuk subsidi untuk para petani," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Dalam dua tahun terakhir, usulan pupuk subsidi petani di Tulungagung terakomodir secara keseluruhan oleh Kementan RI. Meskipun pada saat itu, pupuk subsidi NPK harganya sedikit mahal bagi para petani. Masalah anggaran diduga menjadi penyebab dikeprasnya alokasi pupuk bersubsidi ini.

"Pada 2021, kami sempat menerima 30 persen pupuk subsidi dari total kebutuhan yang telah kami usulkan. Tapi pada masa tanam kedua dan ketiga, Kementan RI kembali menggelontorkan pupuk subsidi bagi petani," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.