Selasa, 16 Jun 2026 08:13 WIB

3 Kasus Ini Jadi Sorotan Warga Tulungagung di Tahun 2023

Polres Tulungagung saat merilis capaian tahun 2023. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Polres Tulungagung saat merilis capaian tahun 2023. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sepanjang tahun 2023, Polres Tulungagung mampu menyelesaikan 542 kasus dari 522 kasus yang dilaporkan kepada polisi. Capaian penyelesaian kasus bisa melebihi 100 persen karena beberapa di antaranya terjadi di tahun sebelumnya.

Total pelaku yang diamankan sebanyak 203 orang, 6 diantaranya merupakan perempuan. Berikut 3 kejadian kriminal yang menjadi sorotan masyarakat Tulungagung selama tahun 2023.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

Kasus pertama adalah kematian seorang pengamen setelah dianiaya temannya sendiri. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (12/02/2023).

Jenazah korban bernama Handoko (49), warga Kelurahan Kepatihan, Tulungagung ditemukan tak jauh dari perempatan lampu merah Jepun.

Polisi kemudian menangkan tersangka berinisial MIM (23), warga Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku emosi setelah korban dengan sengaja menumpahkan miras ke bajunya. Tersangka sebelumnya sempat menggelar pesta miras dengan korban. Tersangka lalu memukuli korban dengan gitar dan tangan. Setelah itu, tersangka meninggalkan korban dan pergi ke daerah lain.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Kasus kedua adalah terbunuhnya pasutri di Desa/Kecamatan Ngantru Tulungagung. Jenazah korban bernama Suharno (57) dan Ning Nur Rahayu (49), ditemukan di ruang karaoke pribadi di rumahnya pada Kamis (29/06/2023).

Saat ditemukan, jenazah korban laki-laki dalam kondisi terikat kaki dan tangannya. Ditemukan lilitan kabel mikrophone di bagian leher kedua korban ini.

Dari hasil penyelidikan polisi lalu menangkap Edi Purwanto (44) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Tersangka mengaku sakit hati lantaran korban tidak berniat membayar hutang senilai Rp250 juta. Tersangka menghabisi nyawa korban dengan cara memukul menggunakan tangan kosong.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Kasus terakhir adalah kematian pelajar setelah mengikuti latihan pencak silat. Korban berinisial RAB (15) meninggal pada Rabu (22/11/2023). Sebelumnya pada hari Sabtu (18/11/2023), korban sempat mengikuti latihan pencak silat.

Dari hasil autopsi, diketahui bahwa korban mengalami luka dalam di rongga dada dan tulang leher bagian belakang. Serta mengalami pendarahan pada rongga otak. Polisi lalu menetapkan DAR (25) yang menjadi pelatih pencak silat korban.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.