Selasa, 16 Jun 2026 16:30 WIB

Jangan Jahil di Hutan ini Jika Tak Ingin Kesurupan

  • Penulis :
  • | Selasa, 04 Sep 2018 13:01 WIB
Savana Sadengan, tempat penggembalaan banteng di Taman Nasional Alas Purwo
Savana Sadengan, tempat penggembalaan banteng di Taman Nasional Alas Purwo

jatimnow.com - Konon, ada pantangan bagi wisatawan saat berkunjung ke kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi. Jika tidak ingin terjadi sesuatu dengan diri, jangan pernah ambil apapun kecuali gambar.

Larangan itu bukan hanya karena Taman Nasional Alas Purwo adalah kawasan konservasi. Tapi, juga karena Alas Purwo terkenal sebagai kawasan paling angker di kabupaten ujung Timur Pulau Jawa, tersebut.

"Jangan ambil apapun untuk dibawa pulang, meski hanya sebutir batu," jelas Santo, salah satu pemandu wisata Banyuwangi, Selasa (4/9/2018).

Larangan itu bermula dari berbagai kejadian tidak masuk akal yang menimpa oknum wisatawan di Alas Purwo. Dimana, mereka berusaha mengambil benda yang ada di destinasi alam andalan Banyuwangi tersebut.



Salah satu kejadiannya, seperti yang menimpa rombongan pelajar asal Banyuwangi. Mereka menjelajah ke arah Gua Istana. Jaraknya dari pos Pancur sekitar 3 kilometer dengan jalan kaki.

Rute ke sana melewati hutan dan sungai berair jernih dan adem. Tak dinyana, saat beristirahat ditepi sungai, salah satu kelompok dari pelajar tersebut menemukan ikan mirip arwana tergeletak lemas ditepi sungai.

"Ikan itu dibakar dan dimakan rame-rame," kisahnya.

Kejadian beraroma mistis terjadi saat rombongan pelajar itu pulang berwisata. Sesampainya di sekolah, tiba-tiba saja sejumlah pelajar langsung kesurupan dan berteriak-teriak histeris.

"Satu persatu siswa kesurupan dan marah-marah menyoal ikan miliknya yang  diambil dan dibakar," jelasnya lagi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang



Hingga akhirnya diputuskan untuk kembali ke Alas Purwo, persisnya di lokasi ikan ditemukan dan dibakar. Dengan bantuan sesepuh setempat, akhirnya digelar ritual untuk meminta maaf.

"Beberapa menit kemudian semua siswa yang kesurupan kembali sadar," ucapnya.

Alas Purwo memang menjadi buah bibir karena keindahan alamnya dan sekaligus keangkerannya. Namun, terlepas dari itu semua. Ada baiknya pantangan itu dipatuhi, jika tidak ingin berurusan dengan hukum.

"Ya memang dimana pun berwisata jadilah wisatawan yang bijak, ikut menjaga kelestariannya," pungkasnya.

Reporter: Irul Hamdani
Editor: Arif Ardianto

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.