Rabu, 17 Jun 2026 05:07 WIB

3000 Mahasiswa Singgung Politik Dinasti di Untag Surabaya

Gemas'D saat melakukan aksi demonstrasi di Untag Surabaya (foto: Anwar for jatimnow.com)
Gemas'D saat melakukan aksi demonstrasi di Untag Surabaya (foto: Anwar for jatimnow.com)

jatimnow.com - 3000 mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Gerakan Mahasiswa Selamatkan Demokrasi (Gemas’D) menggelar aksi unjuk rasa di Universitas 17 Agustus Surabaya, Rabu (6/12/2023).

Aksi unjuk rasa kali ini adalah bentuk sikap mereka menyuarakan kondisi dinamika politik menjelang Pilpres 2024. Menurut mereka, situasi politik saat ini telah melebur prinsip-prinsip demokrasi.

Baca Juga: GMNI Universitas Islam Lamongan Tanam Ratusan Pohon di Hari Bumi

Aksi kali ini mengundang berbagai orator dan aktivis demokrasi, seperti Butet Kartaredjasa, Eros Djarot, Alifurrahman S Asyari, Presiden BEM UI, Seno Baskoro, Aliansi Mahasiswa Jawa Timur, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Di hadapan mahasiswa yang hadir, Butet menyampaikan kegiatan semacam ini adalah moment dan ruang bagi mahasiswa untuk memahami kondisi demokrasi saat ini.

"Saya yakin bahwa mahasiswa yang hadir di acara ini adalah pemilik masa depan yang akan menyelamatkan konstitusi bangsa dan negara," ungkap Butet.

Di hadapan peserta demo yang berasal dari mayoritas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas universitas di Jawa Timur itu, Eros Djarot menambahkan, peran mahasiswa memang sebagai penyampai aspirasi dan ide untuk memperkuat demokrasi, dan tantangan terkini yang dihadapi oleh demokrasi Indonesia.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Sebarkan berita dan sampaikan pada masyarakat Indonesia bahwa demokrasi tidak boleh dijadikan alat untuk memenuhi nafsu kekuasaan,” ujar Eros Djarot.

Ia juga menegaskan perlunya keberanian dalam mengawal visi untuk menjaga dan mengawal demokrasi sebagai landasan utama bagi pembangunan berkelanjutan.

"Kita harus berani dan tegas dalam menjaga dan mengawal demokrasi, terutama menghadapi pemilu Februari mendatang,” tegasnya dalam orasi.

Baca Juga: Bela Negara: Antara Kesadaran Warga dan Bayang-Bayang Militerisasi

Di tempat sama, Presiden BEM UI, Melki Sadang Huang, salah satu perwakilan BEM di lintas universitas menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menunjukkan keterlibatan aktif dalam menyuarakan kekhawatiran terhadap demokrasi Indonesia saat ini.

"Melalui aksi ini, kami berharap dapat menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam pemilihan yang akan datang dan menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi demokrasi saat ini,” jelasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.