Minggu, 21 Jun 2026 04:56 WIB

BPBD Ponorogo Cek 3 EWS Antisipasi Musim Hujan, Ini Hasilnya

BPBD Ponorogo memeriksa EWS. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
BPBD Ponorogo memeriksa EWS. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melakukan pengecekan terhadap Early Warning System (EWS) banjir. Pengecekan ini dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

BPBD mengecek 3 EWS milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. 3 titik itu di Sungai Tempuran Jalan Imam Bonjol, Sungai Ngampel Kecamatan Balong dan Sungai Gendol Kecamatan Mlarak.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Titik pertama yang dicek adalah EWS di Sungai Tempuran, Jalan Imam Bonjol. Pada titik pertama, EWS mengalami kerusakan pada lampu. Sedangkan sensor dan evalasi air bisa berfungsi.

Hal yang sama juga dialami EWS di Sungai Ngampel, Kecamatan Balong dan di Sungai Gendol, Kecamatan Mlarak. Sehingga tiga EWS milik Pemkab Ponorogo tidak berfungsi pada lampunya.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun menyebutkan di Ponorogo total ada 6 EWS yang dipasang di beberapa titik sungai. Yang dioperasikan BPBD Ponorogo berjumlah 3.

“Sedangkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) juga 3,” ujar Masun, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Dia menyebutkan telah mengecek 3 EWS ke lapangan. Hasilny setelah  dicek, sensor dan evalasi air jalan sebagaimana mestinya.

“Lampu belum beroperasi. Seharusnya lampu berputar seperti sirine,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan).

Karena lampu tidak berfungsi, langkah selanjutkan BPBD Ponorogo akan memanggil rekanan yang mengerjakan awalnya. BPBD akan meminta mengecek lampu yang rusak.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Turun Percepat Penanganan Dampak Banjir Pasuruan

“Tetapi informasinya memang lampu sering rusak. Mungkin karena letaknya di luar,” terang Masun.

Masun mengatakan bahwa Bumi Reog mempunyai 14 sungai. Dari belasan sungai itu, 4 diantaranya sungai besar. Serta muaranya adalah aliran Sungai Sekayu yamg setiap tahun ada luapan.

“Tindakan cek EWS ini sebagai langkah antisipasi kami. Agar masyarakat nanti juga tanggap terhadap bencana,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.