Senin, 22 Jun 2026 08:07 WIB

Produksi Rumput Laut di Sumenep Belum Capai Target, Ini Faktor Penghambatnya

Petani rumput laut di Sumenep. (Foto: Isal for jatimnow.com)
Petani rumput laut di Sumenep. (Foto: Isal for jatimnow.com)

jatimnow.com - Capaian produksi rumput laut di Sumenep belum mencapai target Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep. Saat ini, jumlah produksi masih kurang 218.559 ton dari target awal.

Fungsional Pengelola Ikan Ahli Muda Diskan Sumenep Moh.Subhan Hedir mengatakan target awal produksi yakni sebesar 744.911 ton. Namun, hingga bulan Desember ini capaian masih di angka 526.352 ton.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Iya, belum capai target. Dari data kami masih kurang 218.559 ton dari target yang sudah ditetapkan," ujarnya, Senin (4/12/2023).

Ia mengatakan, terdapat beberapa faktor minimnya produksi rumput laut. Salah satunya akibat minimnya sirkulasi air karena bentangan tali yang dipasang oleh petani terlalu rapat.

"Jadi petani tidak mempedulikan penataan itu karena bagi mereka yang penting bisa panen banyak. Padahal sistem penataan untuk mengatur sirkulasi udara dan air di antara bentangan tali itu sangat penting untuk diperhatikan," jelasnya.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

Dikatakan, saat ini Kecamatan Saronggi merupakan penghasil rumput laut tertinggi di Sumenep yakni sebanyak 138.232 ton. Dan posisi kedua yakni Kecamatan Sapeken 156.906 ton.

"Untuk penghasil rumput laut terbanyak nomor tiga ada Kecamatan Raas. Dengan perolehan 133.396 ton," ungkapnya.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Ia juga memberikan solusi untuk kecamatan lain yang memiliki produksi rumput laut yang masih minim. Yakni dengan mengatur pola tanam pada pembudidayaan rumput laut pada saat hujan. Begitu curah hujan sedang tinggi, rumput laut sebaiknya ditenggelamkan lebih dalam.

"Untuk kecamatan yang minim ada Bluto, Gili Genting, Talango serta Arjasa. Memang untuk merawat rumput laut tidak mudah perlu ketelatenan agar hasil maksimal," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.