Jumat, 19 Jun 2026 19:53 WIB

Melihat Ragam Kerajinan Karya Warga Binaan Lapas Klas II B Tulungagung

Kerajinan karya warga binaan di Lapas Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kerajinan karya warga binaan di Lapas Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas II B Tulungagung, mendapatkan sejumlah pelatihan kemandirian. Program bimbingan kerja ini dapat dijadikan bekal mereka ketika telah selesai menjalani masa pidana.

Program tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan life skill yang dibutuhkan di tengah masyarakat. Bimbingan kerja ini juga merupakan bentuk komitmen pihak Lapas untuk memberikan pelayanan prima kepada warga binaan.

Baca Juga: Lapas Tulungagung Gelar Razia dan Tes Urine Untuk Warga Binaan dan Petugas

Kasubsi Kegiatan Kerja, Wahyu Widodo progam bimbingan kerja yang ada merupakan upaya pengembangan life skill. Para warga binaan akan diberikan pelatihan dan pembinaan sesuai dengan minat dan bakat mereka seperti bidang perkayuan, kerajinan tangan, kerajinan sabut kelapa, las dan pangkas rambut.

Selama ini sarana dan prasarana yang ada sudah cukup lengkap sehingga proses pembinaan dapat berlangsung dengan lancar.

"Warga binaan yang mengikuti kegiatan bimbingan kerja sangat aktif dan atusias," ujarnya, Sabtu (2/12/2023).

Baca Juga: Lapas Tulungagung Raih Juara 1 Kategori Lapas Terbaik se Indonesia

Beberapa jenis kerajinan seperti kerajinan sabut kelapa, mebel hingga sangkar burung dapat mereka produksi. Pihak Lapas juga menggandeng mitra untuk memasarkan kerajinan karya warga binaan ini. Mereka dapat mendapatkan uang dari kerajinan tersebut.

"Hal ini tidak lepas dari sarana prasarana yang lengkap sehingga mereka dapat menghasilkan karya dengan kualitas yang baik,” tuturnya.

Baca Juga: 382 Napi Lapas Tulungagung Terima Remisi Idul Fitri, 4 Orang Langsung Bebas

Sementara itu Kalapas Tulungagung, R. Budiman P. Kusumah menambahkan jika pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan ini diharapkan dapat menjadikan mereka lebih produktif. Diharapkan mereka juga dapat membuka peluang kerja saat sudah keluar dari Lapas.

“Tujuan bimbingan kerja ini adalah membentuk WBP menjadi pribadi yang produktif dan mandiri agar ketika kembali ke masyarakat mereka telah siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal kreatifitas yang diperolehnya selama di dalam Lapas,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.