Minggu, 21 Jun 2026 07:35 WIB

PPK di Tulungagung Rangkap Jabatan Kades Betak, KPU Janji Klarifikasi

Kantor KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kantor KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung, berencana memanggil Ketua Panitia Pemilihak Kecamatan (PPK) Kalidawir yang rangkap jabatan sebagai Kades Betak.

Meskipun tidak ada aturan tertulis, namun kejadian ini menjadi sorotan masyarakat.

Baca Juga: Sandang Status Tersangka, Kades di Probolinggo Masih Hirup Udara Bebas

Komisioner KPU Kabupaten Tulungagung, Muchamat Amarodin mengatakan, Kades Betak yang merangkap sebagai Ketua PPK ini adalah Qomarudin.

Awal mulanya Qomarudin mendaftarkan diri sebagai PPK dan dinyatakan lolos. Namun saat Kades Betal mengundurkan diri dari jabatan karena nyaleg, yang bersangkutan mendaftarkan diri dan terpilih menjadi Kades.

"Dia menjabat sebagai PPK dan merangkap menjadi Kades melalui mekanisme PAW," ujarnya, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga: Pembangunan Tol Tulungagung-Kediri Berhenti, Banyak Tanah Warga Belum Terbayar

Amar menjelaskan sebenarnya dalam PKPU maupun UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu tidak aturan spesifik yang melarangnya. Dalam peraturan tersebut tidak ada larangan seorang kepala desa menjadi penyelenggara di tingkat kecamatan.

Namun kejadian ini mendapat banyak sorotan dari masyarakat. Beberapa masyarakat juga mempertanyakan kejelasan status pada jabatan PPK.

Baca Juga: Kemendes PDT, PKDI, dan Kampus di Lamongan Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan

"Sebenarnya dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) ataupun UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, tidak ada aturan spesifik atas fenomena ini," tuturnya.

KPU Kabupaten Tulungagung juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Kalidawir dan Dinas Pemberdayaan Masyatakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung. Koordinasi yang dilakukan bertujuan untuk mencari solusi atas temuan kasus semacam ini.
"Kasus ini akan menyangkut soal netralitas kades dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Dan disisi lain, yang bersangkutan masih berkeinginan menjadi PPK pada Pemilu dan Pilkada 2024," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.