Jumat, 19 Jun 2026 01:55 WIB

Ratusan Siswa Punguti Sampah di Halaman Stadion Gelora Bangkalan

Para siswa saat membersihkan sampah di halaman Stadion Gelora Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Para siswa saat membersihkan sampah di halaman Stadion Gelora Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan siswa kelas 4 UPTD SDN Kemayoran 1 melakukan bersih-bersih sampah di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan.

Salah satu guru, Fery Ariyanto mengatakan kegiatan memungut sampah ini dilakukan agar anak didiknya belajar untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya. Sebab, membuang sampah sembarangan bisa memicu terjadinya banjir.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Apalagi saat ini memasuki musim hujan jadi bersih sampah ini sekaligus untuk mengantisipasi banjir," ujarnya, Selasa (28/11/2023).

Ia mengatakan, selain untuk mengantisipasi banjir bersih sampah ini dilakukan agar tumpukan sampah tak jadi sarang penyakit. Apalagi, saat musim hujan nanti nyamuk akan mudah bersarang.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Tentunya agar anak-anak belajar untuk hidup bersih dan sehat. Hal ini harus kita pupuk sejak dini agar menjadi habit yang baik hingga anak dewasa nanti," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 4C , Aine mengaku senang bisa bersih-bersih halaman SGB bersama teman-teman yang lain. Ia mengaku bisa mengumpulkan banyak sampah ditempat tersebut.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

"Kami kelas 4 bersih-bersih halaman stadion. Ini dapat banyak sampahnya. Biar gak banjir saat hujan," ucapnya.

Diketahui, kegiatan bersih sampah ini dilakukan oleh 115 orang siswa. Dengan berbekal plastik kresek, para siswa memungut sampah-sampah plastik dan botol yang dibuang dihalaman stadion tersebut.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.