Kamis, 11 Jun 2026 10:47 WIB

Viral, Dua Bocah SD Nekat Motoran ke Jakarta Bermodal GPS

Tangkapan layar bocah SD. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Tangkapan layar bocah SD. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Dua bocah Sekolah Dasar (SD) asal Kecamatan Pangarengan, Sampang, nekat pergi ke Jakarta bermodal Google Maps atau GPS. Bahkan keduanya menaiki motor tanpa menggunakan atribut keselamatan.

Baca Juga: Ribuan Massa dari 20 Desa di Sampang Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Pilkades Diadakan

Salah satu paman bocah tersebut, yakni Jauhari mengatakan pihak keluarga tidak mengetahui aksi nekat kedua anak tersebut. Sebab keduanya pergi tanpa berpamitan pada orangtua masing-masing.

"Tidak ada yang tau, anak-anak gak ada yang pamit," ujarnya, Rabu, (22/11).

Bahkan Jauhari sempat tak percaya keponakannya itu diamankan anggota polisi di Semarang saat kedua bocah itu hendak menuju Jakarta. Dirinya baru yakin setelah polisi mengirimkan foto dan video keberadaan keponakannya itu.

"Awalnya, saya takut penipuan karena juga sedang marak, tapi setelah ada videonya saya baru percaya dan setelah berembuk dengan keluarga, akhirnya saya yang datang menjemput keponakan dan temannya itu," tambahnya.

Ia mengatakan, dua bocah itu ke Jakarta untuk menemui salah satu temannya. Bahkan mereka berangkat ke Jakarta hanya bermodal Google Maps.

Baca Juga: Warga Sampang Temukan Bayi Perempuan Dibuang di Lahan Persawahan

"Mereka masih anak-anak gak tau jalan. Jadi cuma bermodal lihat maps selama di jalan," imbuhnya.

Dari hasil keterangan keponakannya itu, Jauhari mengatakan mereka hanya membawa uang Rp100 ribu. Dan uang itu telah habis untuk beli bensin dan juga makan mie instan serta minum.

"Sampai di Semarang ini saku anak-anak sisa Rp10 ribu dari total Rp100 ribu yang mereka bawa. Ternyata uang itu mereka dapat dari meminjam ke tetangga rumah," jelasnya.

Baca Juga: Penggerebakan Arena Sabung Ayam di Sampang Bocor, Polisi Diadang Kayu dan Batu

Ia juga menyampaikan, selama dua hari berkendara itu keponakannya tak menggunakan helm dan juga tidak membawa surat kendaraan. Dari Sampang hingga Semarang mereka juga tidak pernah bertemu polisi.

"Jadi mereka baru bertemu pak polisi di Tengaran, Semarang. Ya Alhamdulillah diamankan petugas sehingga pihak keluarga bisa menjemput kesana," ungkapnya.

Kini dua bocah tersebut sudah dibawa kembali ke Sampang dan dibawa ke Polsek Pangarengan agar pihak keluarga dan dua bocah itu bisa mengawasi lebih ketat agar tak melakukan hal nekat yang serupa.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.