Selasa, 16 Jun 2026 23:30 WIB

Angka Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur Turun 3,58 Persen

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kemiskinan ektrem di Jawa Timur turun hingga di bawah prosentase nasional. Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat membuka Jambore Bumdesa ke 3, di Nangkula Park, Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Berbagai usaha penguatan ekonomi telah dilakukan Pemprov untuk menekan angka kemiskinan ektrem ini. Salah satunya penguatan ekonomi di desa.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Khofifah mengatakan, berdasarkan data angka kemiskinan ektrem di Jawa Timur pada tahun 2020 lalu mencapai 4,4 persen. Angka tersebut turun menjadi 0,82 persen per bulan Maret 2023. Sedangkan angka penurunan kemiskinan ektrem nasional mencapai 1,2 persen.

"Saat ini kita sudah berada di bawah angka nasional itu per bulan Maret lalu, kemungkinan saat ini sudah semakin turun," ujarnya, Minggu (12/11/2023).

Berbagai upaya penguatan ekonomi telah dilakukan oleh Pemprov sebagai usaha menekan angka kemiskinan ekstrem. Salah satunya penguatan ekonomi di sektor desa melalui Bumdesa, Desa Wisata dan Desa Devisa.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Ketiga program ini ikut membantu upaya penurunan angka kemiskinan ektrem. Bahkan penurunan angka kemiskinan ini disebut sebagai salah satu yang tertinggi.

"Penurunannya sangat ekstrim juga, mencapai 3,58 persen," tuturnya.

Meskipun begitu Khofifah mengaku masih ada pekerjaan yang belum selesai. Salah satunya penguatan ekonomi desa. Khofifah berharap keuangan ekonomi desa bisa lebih stabil lagi di tahun berikutnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pengelola harus memiliki inovasi agar desa wisata maupun Bumdesa dapat lebih berkembang lagi.

"Bagi pengelola desa wisata minimal setiap 2 minggu sekali ada hal baru sehingga dapat menarik wisatawan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.