Jumat, 19 Jun 2026 00:43 WIB

Petani Cabai di Ponorogo Merugi Meski Harga Tinggi, Terancam Gagal Panen karena Cuaca dan Jamur

jatimnow.com - Harga cabai di Kabupaten Ponorogo telah mengalami peningkatan drastis, mencapai Rp70 ribu per kilogram di Pasar Legi Ponorogo.

Namun, sayangnya, kenaikan harga cabai ini tidak menguntungkan para petani di daerah tersebut.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

Sebaliknya, mereka mengalami gagal panen karena cuaca ekstrem dan serangan jamur. Jatimnow.com melakukan penelusuran ke Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, yang dikenal sebagai sentra petani cabai.

Di sana, 41 hektar lahan ditanami dengan cabai rawit jenis ori, tetapi saat ini cabai tersebut mengalami kerusakan yang signifikan.

Petani-petani setempat tidak datang ke lahan untuk memanen, melainkan untuk mencabuti tanaman cabai yang seharusnya sudah siap panen.

Karyono, seorang petani cabai rawit di Desa Ronosentanan, mengungkapkan bahwa usia cabainya sekitar 4 bulan, dan seharusnya saat ini merupakan waktu panen.

“Namun, cabai saya rontok dan mati. Ini kesini ndak panen lo. Mencabuti yang memang mati ini,” ujar Karyono, Jumat (3/11/2023).

Karyono menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang sangat panas dapat menjadi salah satu penyebabnya, dan mungkin juga ada serangan jamur.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Yang jelas panas cuacanya, bisa dirasakan sendiri, juga sepertinya ada jamur,” kata Karyono di lokasi,

Hal ini menyebabkan kerugian yang signifikan bagi petani, meskipun harga cabai di pasaran sangat tinggi.

Rohimul Sofyan, petani lainnya, juga mengakui bahwa faktor gagal panen disebabkan oleh cuaca yang terlalu panas dan serangan jamur.

“Sebelumnya, kami para petani biasanya bisa memanen 70 hingga 90 kilogram cabai dalam 5 hari untuk 1 kotak lahan,” terangnya.

Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

Namun, sekarang mereka hanya bisa memanen 1 kilogram atau bahkan ada yang sama sekali tidak bisa memanen.

“Situasi ini telah memaksa sebagian petani untuk beralih ke tanaman lain seperti jagung atau kacang panjang.,” pungkasnya.

Meskipun harga cabai tinggi di pasaran, para petani cabai di Ponorogo menghadapi tantangan serius akibat cuaca yang ekstrem dan serangan jamur, yang mengakibatkan gagal panen dan kerugian finansial yang signifikan.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.