Selasa, 16 Jun 2026 06:14 WIB

Mayoritas Sungai di Tulungagung Tercemar Bakteri E Coli dari Limbah Peternakan

Salah satu sungai yang tercemar di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Salah satu sungai yang tercemar di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Indeks kualitas air di sebagian besar sungai di Kabupaten Tulungagung mengalami pencemaran. Di sisi lain, air sungai juga tercemar bakteri E Coli yang berasal dari limbah peternakan.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Suroso mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan terkait indeks kualitas air, didapati bahwa mayoritas sungai mengalami pencemaran, dengan kategori sedang.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Kajian yang kami lakukan terkait indeks kualitas air di sungai Tulungagung berada di angka 58 poin atau masuk dalam kategori pencemaran sedang," ujarnya, Kamis (02/11/2023).

Pencemaran sungai yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya limbah rumah tangga, limbah perusahaan hingga limbah kotoran ternak yang dibuang ke sungai.

Hal ini membuat air sungai mengandung bakteri E Coli.

"Ini menandakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dampak membuang limbah ke sungai," jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Sungai yang mengandung bakteri E Coli dapat sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh menusia bagi kesehatannya. Bahkan bakteri E Coli belum tentu mati, meski sudah dimasak dengan waktu yang lama.

"Meski air yang tercemar bakteri E Coli dimasak, belum pasti baketeri akan mati. Sehingga akan berbahaya kepada kesahatan jika dikonsumsi," paparnya.

Suroso mengungkapkan, kondisi sungai di Tulungagung yang tercemar dan mengandung bakteri E Coli sangat sulit dilakukan rehabilitasi.

Baca Juga: Pakar Ungkap Biang Kerok Ikan Sapu-Sapu 'Jajah' Sungai Perkotaan

Di sisi lain, pencemaran sungai juga menjadi masalah yang sangat kompleks.

"Memang harus ada kesadaran dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah ini. Karena jika tidak segera ditangani pencemaran akan semakin parah," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.