Pakar Ungkap Biang Kerok Ikan Sapu-Sapu 'Jajah' Sungai Perkotaan
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Selasa, 21 Apr 2026 10:11 WIB
jatimnow.com – Fenomena menjamurnya populasi ikan sapu-sapu di berbagai aliran sungai wilayah perkotaan, terutama yang memiliki tingkat pencemaran limbah tinggi seperti Jakarta, memicu sorotan tajam dari kalangan akademisi.
Dosen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), Veryl Hasan, mengungkapkan bahwa ledakan populasi ini bukanlah hal yang terjadi secara kebetulan. Dominasi ikan berkulit keras tersebut merupakan indikator rusaknya ekosistem perairan akibat pencemaran.
Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok
Veryl menjelaskan, ikan sapu-sapu sejatinya memiliki daya adaptasi yang luar biasa dan mampu hidup di berbagai jenis perairan. Namun, spesies ini menjadi "penguasa tunggal" di sungai-sungai tercemar karena ikan-ikan endemik lokal tidak mampu bertahan hidup menghadapi kondisi air yang buruk.
“Singkatnya, ketika sungai tercemar berat, ikan-ikan lokal mati, sementara ikan sapu-sapu tetap bertahan hidup dan berkembang biak pesat. Ketidakseimbangan itulah yang membuat populasinya tampak meledak dan mendominasi,” ungkap Veryl, Selasa (21/4/2026).
Lebih jauh, Veryl membeberkan fakta bahwa ikan sapu-sapu sebenarnya merupakan spesies asing (alien species) yang berasal dari kawasan Amerika Selatan. Di habitat aslinya, ikan ini berstatus sebagai ikan lokal biasa yang ekosistemnya terkontrol secara alami dan bahkan aman untuk dikonsumsi masyarakat setempat.
Bencana ekologis muncul ketika ikan ini masuk ke perairan Indonesia tanpa adanya predator alami yang sepadan. Di perairan yang terlanjur rusak, ikan sapu-sapu berubah menjadi predator oportunis yang rakus.
“Ikan ini memanfaatkan hampir seluruh sumber daya di sungai, mulai dari tumbuhan air hingga hewan-hewan kecil. Ketika berada di luar habitat aslinya, sapu-sapu dapat menggeser keberadaan ikan lokal karena populasinya tumbuh tanpa hambatan berarti," paparnya.
Baca Juga: Miris! Sungai Brantas Malang Tercemar Parah, Walikota Diminta Turun Tangan
Sebaliknya, di perairan yang masih sehat, populasi sapu-sapu cenderung terkontrol karena harus bersaing dengan beragam ikan lokal lainnya.
Untuk memutus mata rantai invasi ikan sapu-sapu, Veryl menawarkan sejumlah langkah konkret yang tidak hanya berfokus pada pemberantasan fisik, tetapi juga perbaikan akar masalah.
Di antaranya dengan mengendalikan pencemaran limbah di sungai agar ekosistem membaik dan ikan-ikan lokal dapat kembali hidup untuk menyeimbangkan rantai makanan.
Kemudian, larangan pelepasan ikan asing eksotik ke perairan umum tidak boleh hanya sebatas slogan. Pemerintah harus melakukan pengawasan ketat dan tindakan nyata di lapangan.
Baca Juga: Gugatan Ikan Mati Menang Inkracht, Ecoton 'Ngintir' dari Batu ke Surabaya
Selanjutnya, menangkap populasi sapu-sapu dan memanfaatkannya secara ekonomis, misalnya diolah menjadi bahan baku tepung ikan untuk pakan ikan hias atau ternak.
Veryl juga mewanti-wanti masyarakat, khususnya para kolektor ikan hias, agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya.
“Jika sudah tidak mampu atau tidak ingin merawat, lebih baik dijual kepada penghobi lain yang bertanggung jawab atau dimusnahkan dengan tata cara yang benar. Jangan pernah mengambil jalan pintas dengan melepas ikan eksotik ke sungai,” pungkasnya.
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-83914-pakar-ungkap-biang-kerok-ikan-sapusapu-jajah-sungai-perkotaan