Kamis, 18 Jun 2026 16:21 WIB

Pakar Ungkap Biang Kerok Ikan Sapu-Sapu 'Jajah' Sungai Perkotaan

Ikan sapu-sapu (ilustrasi). (Foto: Gemini)
Ikan sapu-sapu (ilustrasi). (Foto: Gemini)

jatimnow.com – Fenomena menjamurnya populasi ikan sapu-sapu di berbagai aliran sungai wilayah perkotaan, terutama yang memiliki tingkat pencemaran limbah tinggi seperti Jakarta, memicu sorotan tajam dari kalangan akademisi.

Dosen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), Veryl Hasan, mengungkapkan bahwa ledakan populasi ini bukanlah hal yang terjadi secara kebetulan. Dominasi ikan berkulit keras tersebut merupakan indikator rusaknya ekosistem perairan akibat pencemaran.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Veryl menjelaskan, ikan sapu-sapu sejatinya memiliki daya adaptasi yang luar biasa dan mampu hidup di berbagai jenis perairan. Namun, spesies ini menjadi "penguasa tunggal" di sungai-sungai tercemar karena ikan-ikan endemik lokal tidak mampu bertahan hidup menghadapi kondisi air yang buruk.

“Singkatnya, ketika sungai tercemar berat, ikan-ikan lokal mati, sementara ikan sapu-sapu tetap bertahan hidup dan berkembang biak pesat. Ketidakseimbangan itulah yang membuat populasinya tampak meledak dan mendominasi,” ungkap Veryl, Selasa (21/4/2026).

Lebih jauh, Veryl membeberkan fakta bahwa ikan sapu-sapu sebenarnya merupakan spesies asing (alien species) yang berasal dari kawasan Amerika Selatan. Di habitat aslinya, ikan ini berstatus sebagai ikan lokal biasa yang ekosistemnya terkontrol secara alami dan bahkan aman untuk dikonsumsi masyarakat setempat.

Bencana ekologis muncul ketika ikan ini masuk ke perairan Indonesia tanpa adanya predator alami yang sepadan. Di perairan yang terlanjur rusak, ikan sapu-sapu berubah menjadi predator oportunis yang rakus.

“Ikan ini memanfaatkan hampir seluruh sumber daya di sungai, mulai dari tumbuhan air hingga hewan-hewan kecil. Ketika berada di luar habitat aslinya, sapu-sapu dapat menggeser keberadaan ikan lokal karena populasinya tumbuh tanpa hambatan berarti," paparnya.

Baca Juga: Miris! Sungai Brantas Malang Tercemar Parah, Walikota Diminta Turun Tangan

Sebaliknya, di perairan yang masih sehat, populasi sapu-sapu cenderung terkontrol karena harus bersaing dengan beragam ikan lokal lainnya.

Untuk memutus mata rantai invasi ikan sapu-sapu, Veryl menawarkan sejumlah langkah konkret yang tidak hanya berfokus pada pemberantasan fisik, tetapi juga perbaikan akar masalah.

Di antaranya dengan mengendalikan pencemaran limbah di sungai agar ekosistem membaik dan ikan-ikan lokal dapat kembali hidup untuk menyeimbangkan rantai makanan.

Kemudian, larangan pelepasan ikan asing eksotik ke perairan umum tidak boleh hanya sebatas slogan. Pemerintah harus melakukan pengawasan ketat dan tindakan nyata di lapangan.

Baca Juga: Gugatan Ikan Mati Menang Inkracht, Ecoton 'Ngintir' dari Batu ke Surabaya

Selanjutnya, menangkap populasi sapu-sapu dan memanfaatkannya secara ekonomis, misalnya diolah menjadi bahan baku tepung ikan untuk pakan ikan hias atau ternak.

Veryl juga mewanti-wanti masyarakat, khususnya para kolektor ikan hias, agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya.

“Jika sudah tidak mampu atau tidak ingin merawat, lebih baik dijual kepada penghobi lain yang bertanggung jawab atau dimusnahkan dengan tata cara yang benar. Jangan pernah mengambil jalan pintas dengan melepas ikan eksotik ke sungai,” pungkasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.