Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Pemkab Bangkalan, Ini Tuntutannya

Ratusan mahasiswa saat menggelar aksi di Pemkab Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Ratusan mahasiswa saat menggelar aksi di Pemkab Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan mahasiswa yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Aksi tersebut dilakukan untuk memprotes sejumlah permasalahan yang ada di Bangkalan yang hingga kini belum ditangani secara serius.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

Salah satu perwakilan dari GMNI, Hasan Basri mengatakan setiap tahun sejumlah lahan pertanian di Bangkalan banyak yang beralih fungsi. Padahal, Pemkab Bangkalan memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan No 5 Tahun 2013 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

"Aturan tersebut hingga saat ini tidak direalisasikan dengan baik. Alih fungsi lahan pertanian yang terjadi secara terus menerus, akan menjadi ancaman terhadap pencapaian ketahanan dan kedaulatan pangan," ujarnya, Selasa (31/10/2023).

Sehingga pihaknya meminta Pj Bupati Bangkalan segera melakukan langkah-langkah perbaikan termasuk dalam sarana dan prasarana pertanian yang seharusnya bisa membantu memudahkan para petani.

Sementara itu, Koordinator lapangan (Korlap) PMII, Anwar menyuarakan hal yang berbeda. Pihaknya lebih menyoroti adanya dugaan pungutan liar yang terjadi di dunia pendidikan.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

"Sampai saat ini kami terus menerus menerima keluhan wali murid yang keberatan dengan adanya dugaan pungli berkedok pembelian seragam sekolah," tuturnya.

Ia mengatakan, meski aturan pembebasan pembelian seragam telah dikeluarkan, namun masih ada beberapa sekolah yang menjual seragam dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga pasar.

"Masih ada sekolah yang menjual seragam seharga Rp1,5 juta untuk kain batik, kain rok, kaos kaki, kerudung, ikat pinggang dan baju olahraga. Setelah kami cek harga dipasar, jauh dibawah harga itu," imbuhnya.

Baca Juga: GMNI Universitas Islam Lamongan Tanam Ratusan Pohon di Hari Bumi

Ia mendesak Pj Bupati Bangkalan segera bertindak dan memberikan sanksi pada sekolah yang masih "nakal". Sehingga, para siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa harus memikirkan beban biaya seragam dan atribut sekolah.

Sayangnya, meski ratusan massa telah mendatangi kantor Pemkab Bangkalan, tidak ada satupun pejabat pemerintah yang keluar menemui massa.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.