Rabu, 22 Jul 2026 04:57 WIB

Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

  • Penulis : Bramanta
  • | Rabu, 06 Mei 2026 08:15 WIB
Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin saat berdialog dengan mahasiswa. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin saat berdialog dengan mahasiswa. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Aliansi BEM Probolinggo Raya Wali Kota Probolinggo, melakukan aksi di depan Kantor Pemkot setempat. Mereka menyoroti kebijakan pengadaan mobil dinas baru di tengah upaya efisiensi anggaran, serta kebijakan pemangkasan honorer guru ngaji yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ketua PC PMII Probolinggo, Dedi Bayuangga, dalam orasinya secara spesifik mengkritik prioritas belanja daerah tersebut.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

"Pengadaan mobil dinas di tengah efisiensi anggaran adalah langkah yang kurang tepat. Seharusnya kepentingan masyarakat yang didahulukan. Ini juga menyangkut kesejahteraan guru ngaji dari Rp500 ribu dipangkas menjadi Rp250 ribu. Kami meminta agar dikembalikan," tuturnya, Selasa (5/5/2025).

Merespons desakan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menghadapi langsung massa yang menuntut komitmen tertulis melalui penandatanganan pakta integritas. Namun, Aminuddin mengambil posisi tegas untuk tidak menandatangani dokumen tersebut. Keputusan ini didasari pada prinsip bahwa langkah-langkah perbaikan kebijakan sedang dalam proses implementasi secara sistematis melalui jalur formal pemerintahan.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Aminuddin memberikan klarifikasi bahwa substansi yang dituntut oleh mahasiswa sebenarnya telah masuk dalam agenda prioritas Pemerintah Kota. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan restrukturisasi pada sistem aplikasi BOSDA demi memastikan akurasi distribusi anggaran pendidikan, serta melakukan pemetaan ulang terhadap insentif guru ngaji guna menciptakan sistem pengupahan yang lebih adil.

"Seperti BOSDA yang sedang diperbaiki aplikasinya agar tepat sasaran, lalu ada gaji guru ngaji yang saat ini masih dibuat peta yang harus menyesuaikan dengan dana, agar tidak seperti dulu, ada yang menerima Rp800 ribu, ada yang Rp400 ribu, ada yang Rp300 ribu. Jadi akan kami buat merata," tuturnya.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

Terkait kritik tajam mengenai kendaraan operasional, Wali Kota menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan sesuai regulasi. Aminuddin menyatakan kesiapannya untuk terus dipantau oleh publik dan tidak berkeberatan atas rencana aksi lanjutan dari pihak mahasiswa sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

"Termasuk masalah mobil dinas, itu juga sudah selesai. Jadi jika memang masih belum puas dan akan menggelar demo jilid 2, ya silakan, tidak masalah," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.