Rabu, 17 Jun 2026 23:41 WIB

Tanggung Jawab Moral Wartawan: Beri Edukasi pada Masyarakat Jelang Pemilu

Pelatihan jurnalistik untuk para wartawan muda. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Pelatihan jurnalistik untuk para wartawan muda. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang Pemilu 2024, beragam jargon dan janji elit politik makin bertebaran di tengah masyarakat. Di sinilah tanggung jawab moral wartawan, yaitu memberikan edukasi pada masyarakat dalam menghadapi pemilu.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua PWI Jawa Timur, Machmud Suhermono, saat memberikan materi pelatihan jurnalistik untuk para wartawan muda di kantor LKBN Antara Biro Jawa Timur, Selasa (24/10/2023).

Baca Juga: Bela Negara: Antara Kesadaran Warga dan Bayang-Bayang Militerisasi

"Wartawan harus bisa memberikan pendidikan demokrasi kepada pemilih sebagai salah satu sarana mencapai demokrasi dalam menghadapi pemilu 2024," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tujuan mengedukasi publik adalah agar terhindar dari misinformasi, disinformasi, dan malinformasi seputar pemilu.

Selain itu, wartawan juga harus mampu memberikan wacana pada masyarakat untuk memanfaatkan hal pilihnya dengan bijak dalam pemilu.

Tak hanya itu, wartawan juga harus bisa menyediakan informasi terkait partai politik, kandidat capres-cawapres, dan calon anggota legislatif.

Dalam menghadapi pemilu, Machmud melanjutkan, media massa harus tidak boleh menjadi sumber kegaduhan dan sumber perpecahan.

Baca Juga: Otoritarianisme GMNI: Dari Ideologi Marhaenisme Menuju Tangga Karier Elit

"Media massa atau wartawan harus mempedomani kode etik jurnalistik," pungkasnya.

Terpenting, wartawan harus kritis terhadap provokasi, intimidasi, politik uang atau jual beli suara serta pelanggaran penyelenggaraan pemilu.

Mahmud menjelaskan bahwa wartawan harus bisa memberikan pendidikan demokrasi kepada pemilih sebagai salah satu sarana mencapai demokrasi dalam menghadapi pemilu 2024.

Baca Juga: MK Larang Polisi Pidanakan Wartawan, PFI: Kemenangan Besar Demokrasi

"Guna meningkatkan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu," ujarnya.

Wartawan, lanjut Mahmud, juga harus bisa menyediakan informasi terkait partai politik, kandidat capres-cawapres, dan calon anggota legislatif.

"Dalam menghadapi pemilu, media massa harus tidak boleh menjadi sumber kegaduhan dan sumber perpecahan," pungkasnya.  

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.