Kamis, 11 Jun 2026 13:07 WIB

Sekolah Kartini Dinsos Malang Dibuka Lagi, Ini Tujuannya

Pembukaan Sekolah Kartini dilakukan di Ruang Arjuno Dinsos-P3AP2KB. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Pembukaan Sekolah Kartini dilakukan di Ruang Arjuno Dinsos-P3AP2KB. (Foto: Humas Pemkot Malang)

jatimnow.com - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang kembali membuka Sekolah Kartini. Pembukaan kegiatan dilakukan di Ruang Arjuno Dinsos-P3AP2KB, Senin (23/10/2023) kemarin.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Dra. Ani Rahmawiyati, M.Si mengatakan pembukaan kembali Sekolah Kartini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan kaum perempuan di Kota Malang.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

"(Program) Ini merupakan usulan dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang meminta kami untuk memfasilitasi usulan dari masyarakat untuk mengakomodir kebutuhan perempuan dari segala usia. Jadi program ini kami bagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A untuk para remaja perempuan usia 17-24 tahun, sedangkan kelas B diperuntukkan bagi ibu rumah tangga (IRT),” jelas Ani dalam siaran pers.

Ani mengatakan nantinya dalam program Sekolah Kartini ini para perempuan akan dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan yang diberikan dalam beberapa kelas. Seperti misalnya pelajaran mengenai psikologi pernikahan, komunikasi pernikahan, legalitas dan dokumen keluarga, hingga pengembangan teknologi informasi dan media sosial.

Harapannya, melalui kelas-kelas ini para perempuan yang mengikuti Sekolah Kartini mampu meningkatkan kompetensi serta menjadi insan yang mandiri.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan Warga Tulungagung Akan Dikirim ke Sidoarjo

"Tujuannya adalah semua kelas ini nantinya bisa mandiri, baik para remaja maupun ibu rumah tangga bisa berdiri sendiri. Selain itu tujuannya adalah untuk memberdayakan perempuan dan meningkatkan kreativitas, inovasi, dan inisiatif dari semua kaum perempuan," imbuh dia.

Salah satu narasumber yang mengisi kelas di Sekolah Kartini, Dr. Amalia Azis Daeng Matadjo, S.Psi, M.Psi., mengungkapkan apresiasinya atas langkah Pemkot Malang yang menghadirkan Sekolah Kartini.

Baca Juga: Pemkot Malang Pastikan Stok BBM dan Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

Menurutnya, salah satu hal yang menarik adalah bahwa tidak hanya perempuan yang sudah menikah yang mengikuti program ini, tetapi banyak perempuan yang belum menikah turut dilibatkan.

“Itu penting sekali karena psikologi perempuan itu sangat dinamis, berubah dari tahap-tahap perkembangannya, sehinga perlu untuk selalu diberi inovasi, ilmu, keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan dari setiap fase kehidupannya,” terang Amalia.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.