Senin, 22 Jun 2026 17:26 WIB

Puluhan Ribu Santri di Kota Probolinggo Turun Jalan Kenang Resolusi Jihad

Puluhan ribu santri saat pawai. (Foto-foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Puluhan ribu santri saat pawai. (Foto-foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sekitar 20.000 santri TPQ dan madrasah diniyah (Madin) di Kota Probolinggo tumpah ruah memenuhi alun-alun setempat, Minggu malam (22/10/2023).

Mereka turun jalam bersama mengikuti pawai Hari Santri 2023 untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam membela bangsa Indonesia yang dikenal dengan Resolusi Jihad.

Baca Juga: Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

Pawai puluhan ribu santri itu dilepas dari Alun-alun Kota Probolinggo Jalan A. Yani menuju Jalan dr. Moh. Saleh. Berakhir di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di depan halaman kantor Wali Kota Probolinggo.

Santri TPQ dan Madin dari ratusan lembaga pendidikan Islam itu, membentangkan sejumlah spanduk dan poster, umbul-umbul bertuliskan Hari Santri Nasional serta membawa aneka lampu hias.

Ketua PCNU Kota Probolinggo, Samsur mengatakan pawai ta'aruf santri tersebut sebagai syi'ar kepada masyarakat sekaligus mengenalkan kepada santri-santri pemula tentang Hari Santri Nasional.

"Tadi dilepas pukul setengah tujuh dan baru selesai setengah sembilan (malam). Lalu sebagian bergabung dengan acara Kota Probolinggo Bermunajat, sebagian yang lain ada yang pulang," jelasnya.

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

Samsur menjelaskan, pada momentum Hari Santri Nasional ini PCNU Kota Probolinggo menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Mulai dari lomba mewarnai tingkat RA dan TK, pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah, pawai santri hingga jalan santai bersarung.

"Setiap tahun perayaan Hari Santri ini semakin meriah. Semoga para santri bisa menjalankan visi-misinya perjuangan Islam rahmatan lil 'alamin," imbuhnya.

Baca Juga: Tekan Curanmor, Polres Probolinggo Kota Perketat Pengawasan Pasar Onderdil Bekas

Samsur berharap kesejahteraan para guru ngaji dan pesantren, kedepan dapat lebih diperhatikan. Sebab, TPQ, Madin dan pesantren telah banyak membantu tugas pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, terutama pada pendidikan agama dan akhlak.

"Sejak Habib Hadi menjadi wali kota, guru ngaji TPQ dan Madin telah mendapat peningkatan kesejahteraan. Honornya 500 ribu per bulan, di tahun ini pesantren juga mendapat bantuan biaya listrik. Semoga ini terus dapat dipertahankan jika bisa ditingkatkan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.