Kamis, 18 Jun 2026 07:39 WIB

Jelang Batas Akhir, Pembongkaran Tugu Silat di Tulungagung Belum Rampung

Anggota perguruan silat membongkar tugunya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Anggota perguruan silat membongkar tugunya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembongkaran dan alih fungsi tugu pencak silat di Tulungagung ternyata belum dapat berjalan lancar.

Hingga mendekati batas akhir waktu pembongkaran, masih ada puluhan tugu pencak silat yang berdiri di fasilitas umum (fasum).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Meskipun begitu, pihak Bakesbangpol setempat mengklaim efek pembongkaran dan alih fungsi tugu pencak silat ini sudah terasa. Tren kekerasan yang melibatkan oknum anggota pencak silat di Tulungagung mengalami penurunan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung, Bambang Triono mengatakan, berdasarkan data total tugu pencak silat di Tulungagung mencapai 112 bangunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 tugu berada di lahan Fasum, sedangkan 62 di lahan pribadi. Sementara jumlah tugu di Fasum yang sudah dialihfungsikan sebanyak 16 buah.

"Dari 112 tugu pancak silat, 50 tugu berada di fasum dan 62 tugu berada di lahan pribadi," ujarnya, Sabtu (21/10/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hingga saat ini, Forkpimda dan Forkopimcam terus melakukan pendekatan kepada perguruan pencak silat agar mau membongkar tugunya.

Pihaknya yakin pembongkaran tugu pencak silat yang berada di Fasum hanya menunggu waktu dan kesadaran perguruan pencak silat.

"Memang sesuai dengan surat edaran, batas akhir pembongkaran tugu pencak silat adalah akhir Oktober 2023. Jika nantinya masih banyak tugu pencak silat yang belum dibongkar, kami akan merapatkan kembali dengan Forkopimda Tulungagung," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Bambang mengklaim, sejak dilakukan penertiban tugu pencak silat tren kekerasan yang melibatkan anggota perguruan silat di Tulungagung mengalami penurunan.

Bambang berharap nantinya akan diadakan kembali rapat koordinasi antara pemkab dan pemprov terkait penertiban tugu. Mengingat sampai saat ini masih banyak tugu pencak silat yang berdiri di fasum.

"Memang faktanya sejak penertiban tugu, tren kekerasan antar pencak silat di Tulungagung menurun. Tapi untuk memastikan hal itu, kami perlu penelitian lebih dalam kembali," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.