Senin, 15 Jun 2026 08:09 WIB

Periksa Kanker Serviks Termurah di Indonesia Ada di Tulungagung, Kok Bisa?

Petugas laboratorium saat meneliti sampel urine pasien. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas laboratorium saat meneliti sampel urine pasien. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat kini bisa mendeteksi dini kanker serviks dengan harga murah di Tulungagung.

Kanker Serviks sendiri menjadi momok bagi perempuan, setelah kanker payudara. Skrining awal Kanker Serviks saat ini sudah bisa menggunakan PCR dengan bahan urine. Di Tulungagung, biaya pemeriksaan hanya Rp275 ribu, termurah se-Indonesia.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Instalasi Mikrobiologi RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Rendra Bramanti mengungkapkan bahwa model pemeriksaan dengan menggunakan sampel urine ini merupakan yang kedua di Jawa Timur.

Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya juga menerapkan metode yang sama. Namun harganya sangat jauh berbeda.

"Setahu kami untuk harga kami yang termurah di Indonesia. Hanya Rp275 ribu, harga yang murah terjangkau. Kemarin Pak Direktur (RSUD dr Iskak) dan teman-teman dinas bilang pemeriksaan skrining itu harus yang murah," ujarnya, Sabtu (21/10/2023)

Dokter Spesialis Mikrobiologi ini menuturkan bahwa harga asli operasional pemeriksaan di angka Rp400 ribu. Itu belum ongkos tenaga yang meneliti di laboratorium dan biaya lain.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Harga pemeriksaan di RSUD dr Iskak Tulungagung ini murah karena mendapat subsidi bantuan juga dari pemerintah daerah dan dari pihak manajemen rumah sakit.

"Jika terjangkau saja masih enggan dan takut untuk skrining awal, apalagi mahal," tuturnya.

Sementara itu, Kabag Humas RSUD dr Iskak, Mohammad Rifai menjelaskan metode pemeriksaan ini lebih nyaman dibanding dengan menggunakan papsmear.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pemeriksaan atau skrining ini semua menggunakan metode PCR yang setiap daerah berbeda-beda, termasuk alat untuk mengecek pada pasien. Pihak rumah sakit telah memiliki peralatan yang lengkap untuk digunakan kembali memeriksa penyakit yang berbeda.

"Nah kalau dulu fokusnya virus influenza, sekarang reagennya untuk mendeteksi virus papiloma," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.