Rabu, 17 Jun 2026 17:54 WIB

Pelajar SMPN 1 Lamongan Deklarasi Tolak Konten Negatif

Pelajar SMPN 1 Lamongan saat deklarasi tolak konten negatif. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pelajar SMPN 1 Lamongan saat deklarasi tolak konten negatif. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelajar SMPN 1 Lamongan mendeklarasikan diri untuk menghindari dan menolak konten negatif yang tengah berkembang di media sosial.

Aksi mereka diaktualusasikan melalui penandatanganan petisi dan melakukan cap telapak tangan pada spanduk sepanjang 10 meter. Spanduk tersebut juga diarak mengelilingi Alun-Alun Lamongan sebagai upaya mengajak masyarakat untuk menolak konten negatif.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Kepala SMPN 1 Lamongan, Yayuk Setia Rahayu mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian aktualisasi kurikulum merdek berlajar dalaam proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

"Nanti pelajar akan diimbau dan dibekali edukasi terkait berbagai jenis konten negatif, kegiatan ini juga akan terus berkesinambungan," kata Yayuk, Rabu (11/10/2023).

Lebih lanjut, Yayuk menyebut, para pelajar juga diminta membuat konten jalanya kegiatan yang kemudian di posting pada media sosial masing-masing.

"Agar publikasi semakin luas, ini juga salah satu upaya menangkal konten tak berfaedah dengan memperbanyak konten positif," katanya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dijelaskan Yayuk, seusai deklarasi ini pelajar akan makin sering diarahkan ke konten positif. Tentunya dengan pendampingan dan edukasi terkait jenis dan muatan konten.

"Mereka tetap kita dampingi kita berikan pengertian bahwa konten apa dan mana saja yang tidak bermanfaat didalam kehidupan mereka. Kita juga rutin melakukan razia HP mendadak kepada pelajar," urainya.

Salah satu pelajar, Faudzan Kresnamurti Efendi menyambut antusias kegitan ini. Menurutnya, konten media sosial saat ini sangat sulit disaring dan berisi muatan tak bermanfaat.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

"Dengan ini kita (pelajar) menolak untuk melihat konten tak berfaedah. Contohnya tidak membuka situs-situs sembarangan yang tidak jelas" ujarnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.