Senin, 15 Jun 2026 22:20 WIB

P2KD Dinilai Tak Netral, Pemkab Bangkalan Didesak Lakukan Evaluasi

Penetapan cakades Desa Langkap Kecamatan Burneh. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Penetapan cakades Desa Langkap Kecamatan Burneh. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Bangkalan akan dilaksanakan pada akhir bulan ini. Namun sejumlah pihak masih keberatan dengan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) yang dinilai tidak netral.

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Salah satu bakal calon kepala desa (bacakades) Desa Langkap Kecamatan Burneh, R Abdul Wahid Saleh melalui kuasa hukumnya, Hendrayanto mengatakan, pihaknya menyayangkan adanya P2KD yang dinilai tidak netral.

Hal itu menyebabkan kliennya tidak masuk dalam bursa cakades di desa tersebut.

Bahkan, dua pengalaman kerja kliennya sebagai wakil ketua BPD Tanjung Jati, Kamal dan juga sebagai pensiunan TNI dicoret oleh panitia. Hal itu menyebabkan skor pada poin tersebut, kosong dan berakibat tidak masuk dalam bursa cakades.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"P2KD saat ini diragukan objektifitasnya. Terbukti banyak laporan terhadap P2KD pada sejumlah desa yang mengalami sengketa," ujarnya, Selasa,(10/10).

Ia mengatakan, banyaknya sengketa di desa yang belum diselesaikan dikhawatirkan akan mengakibatkan polemik yang lebih besar saat pelaksanaan Pilkades. Sehingga, ia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bangkalan melakukan evaluasi.

"Hal itu harus segera dievaluasi. Jangan sampai menunggu ada bentrok dulu baru ditangani," imbuhnya.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Ia juga menyayangkan adanya anggota Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa (TFPKD) yang merangkap jabatan. Hal itu dinilai membuat kinerja TFPKD tidak fokus dan dikhawatirkan tidak bisa mengambil keputusan dengan baik.

"Rangkap jabatan itu dikhawatirkan akan mempengaruhi TFPKD saat mengambil keputusan sehingga itu juga harus dievaluasi," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.