Jumat, 19 Jun 2026 11:23 WIB

Progam Ceria AOI Sosialisasikan Bahaya Pekerja Anak di Kawasan Tembakau

Kegiatan CERIA di SDN Kebonagung (Foto : Lily for jatimnow.com)
Kegiatan CERIA di SDN Kebonagung (Foto : Lily for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Alliance One Indonesia (AOI) bersama IDFoS Indonesia kembali melaksanakan Program CERIA (Child Labor Eradication Initative in Tobacco Area). Progam ini adalah bentuk inisiatif pemberantasan pekerja anak di kawasan tembakau.

Kegiatan yang mengusung tema "STOP Pekerja anak, Kembali Untuk Berprestasi" ini diikuti oleh 202 peserta, yang terdiri dari siswa kelas 1 sampai 6 SDN Kebonagung, Perwakilan siswa dari MI Nizhamiyah Kebonagung serta wali murid kelas 6 SDN Kebonagung Ploso Jombang.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

Manajer Program Ceria Laily Mubarokah menuturkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman terkait bahayanya anak-anak terlibat dalam dunia kerja.

"Masa anak-anak adalah masa dimana mencetak sebanyak mungkin prestasi di bangku pendidikan," ujar Laily, selasa (10/10/2023).

Agenda yang dikemas secara menarik dengan sebuah cerita dongeng dari Kak Budi Kampung Dongeng Bojonegoro ini merupakan bentuk komitmen serta keperdulian PT. AOI terhadap prestasi dan anak-anak Indonesia.

"Kami juga memberi edukasi berkaitan dengan dampak negatif mempekerjakan anak di bawah umur di lahan petani tembakau," tungkas Laily.

Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

Coordinator ESG PT. AOI, Lukman Nugroho Prayitno mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mencegah pekerja anak, sebab dengen mengikutsertakan anak dalam dunia kerja bisa merenggut dunia anak saat ini

Lukman juga mengajak kepada orang tua siswa agar memiliki kesadaran bersama untuk tidak mengajak anak mereka bekerja, sebab akan mengganggu proses tumbuh kembang dan mental anak.

"Perlu diperhatikan untuk para orang tua, tembakau sangat berbahaya untuk anak-anak, sebab tembakau dapat menyebabkan keracunan dengan gejala mual, muntah, dan pusing, yang tentu ini akan memperngaruhi tumbuh kembang anak," singkat Lukman.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Kebonagung Sutimah S. Pd mengapresiasi PT. AOI dan IDFoS Indonesia atas kegiatan yang diselenggarakan ini, pihaknya menyampaikan bahwa mencegah pekerja anak harus dilakukan dengan kerjasama berbagai pihak mulai orangtua, guru, serta lingkungan sosial anak sehari-hari.

"Anak-anak merupakan generasi emas penerus bangsa. Untuk itu, hak guna menerima pendidikan yang layak harus dipenuhi, dunia anak merupakan dunia belajar dan bermain bukan untuk bekerja sebab mereka hari ini akan menentukan nasib bangsa masa depan," ujarnya

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.