Senin, 15 Jun 2026 05:49 WIB

Syarat Pengalaman Kerja Dicoret, Bacakades Protes ke DPMD Bangkalan

Puluhan orang pendukung Bacakades Desa Tanjung Jati Kecamatan Kamal mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Puluhan orang pendukung Bacakades Desa Tanjung Jati Kecamatan Kamal mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan orang pendukung bakal calon kepala desa (Bacakades) Desa Tanjung Jati Kecamatan Kamal mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan.

Mereka mempertanyakan salah satu syarat yang dicoret oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat.

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Salah satu Bacakades Tanjung Jati, R Abdul Wahid Saleh mengatakan pihaknya merasa dirugikan dengan dicoretnya pengalaman kerja miliknya.

Menurutnya, pencoretan itu tidak dilandasi dengan aturan yang jelas. Padahal ia memiliki pengalaman kerja sebagai Penjabat (Pj) Desa Tanjung Jati dan juga sebagai pensiunan tentara.

"Saya merasa kecewa karena pengalaman kerja saya dicoret dengan alasan yang tidak jelas. Katanya karena Bimtek, tapi mana aturannya," ujarnya, Senin (9/10/2023).

Ia juga menuntut agar dirinya bisa masuk dalam pemilihan kepala desa yang dijadwalkan akan dilaksanakan akhir bulan ini.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Kami ingin masuk dan bersaing dalam Pilkades," imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala DPMD Bangkalan, Rudiyanto mengatakan syarat tersebut bisa disetorkan ke panitia terkait.

Ia mengaku, pengalaman kerja akan tetap memiliki skor yang nantinya akan diakumulasikan dengan nilai total masing-masing bakal calon.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Ya tinggal di setor saja nanti kan ada skornya sendiri dan itu nanti bisa diakumulasikan. Dari jumlah itu, nanti akan diseleksi menjadi 5 calon. Nah apakah nilai itu nutut atau tidak dibandingkan 5 calon itu," jelasnya.

Ia juga mengatakan, seharusnya protes itu dilakukan dalam masa sanggah yang dilaksanakan pada 14 hingga 18 September lalu. Sebab saat ini tahapan pilkades telah memasuki pencacahan dan segera menuju tahap penetapan.

"Masa fasilitasi sebenarnya sudah lewat tapi kamu tetap layani. Sebetulnya sekarang itu sudah pencacahan dan lusa penetapan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.