Jumat, 19 Jun 2026 20:40 WIB

Begini Nikmatnya Gado-gado Warung Sepur Racikan Warga Gelam Sidoarjo

Gado-gadi di Warung Sepur Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com.
Gado-gadi di Warung Sepur Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com.

jatimnow.com - Sebagian wilayah palang pintu kereta dianggap sebagai jalur tengkorak bagi lingkungan sekitar.

Berbalik dari anggapan tersebut, seorang pelaku UMKM, pemilik Warung Sepur, warga Desa Gelam Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo berhasil menciptakan suasana nyaman saat menikmati gado-gado buatannya.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Suasana pemandangan kereta api yang melintas di tengah pedasaan yang sejuk dan asri, itulah yang disuguhkan pemilik warung, selain nikmatnya gado-gado racikan tangannya sendiri.

Ini diungkapkan Elis Yuliani (54), penjual gado-gado Warung Sepur yang terkenal dengan rasa otentik masakannya.

"Alhamdulillah, seringnya kereta api yang lewat malah bikin warung ramai. Jadi pemandangan itu malah mungkin menarik pengunjung. Apalagi anak-anak kecil suka lama-lama disini buat tunggu atau lihat kereta api yang lewat," ujarnya, Minggu (8/10/2023).

Elis mengaku sudah 1 tahun lebih berjualan gado-gado di lokasi tersebut. Dirinya membuka warung ini demi menyelamatkan pendapatan keluarga karena sang suami terkena PHK.

"Jualan buka dari bulan Agustus tahun lalu dari awal bukanya warung. Jual gado-gado dari kakak saya duluan jualan, sudah gak jualan, saya teruskan di warung sendiri. Buka Warung Sepur karena di depan sering kereta api lewat, terus juga karena suami kena PHK, gak ada pesangon, tapi dapat waktu cairkan tunjangan kesehatan, dari itu kita buat warung," tuturnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Seperti pada umumnya, gado-gado buatan Elis terdiri dari lontong, kubis, kecambah, selada, potongan tahu goreng, kentang, telur, kerupuk, emping melinjo dengan guyuran bumbu gado-gado khas yang sedap buatannya.

Elis sempat membocorkan sedikit rahasia dapurnya hingga bumbu gado-gado terasa spesial.

"Kalau buat bumbu, pakainya bawang putih sama merah digoreng semua, terus pakai santan jadikan satu, waktu haluskan kacangnya, biar sedep gurih, jangan lupa juga gula jawa, gula pasir sesuai selera," tuturnya.

Baca Juga: Libur Panjang, Penumpang Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 253 Ribu Orang

Tidak hanya itu, Elis juga memberikan tips agar telur ayam sebagai bahan pelengkap gado-gado tidak cepat basi.

"Telurnya itu dikukus, jangan direbus, jangan sampai kena air, cepat basi kalau kena air," ungkapnya.

Gado-gado buatan Elis dibandrol dengan harga Rp12 ribu seporsinya, dengan jam buka warung mulai pukul 7 pagi hingga 5 sore. Sementara warung kopinya bisa buka selama 24 jam.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.