Senin, 15 Jun 2026 20:51 WIB

Pernikahan Dini di Bojonegoro 389 Pasangan, 50 Diantaranya Sudah Cerai

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Data Pengadilan Agama Bojonegoro menyebutkan hingga September 2023 sebanyak 389 perkara pengajuan dispensasi kawin (Diska). Mirisnya dari banyaknya pengajuan Diska itu 50 diantaranya sudah mengajukan cerai.

Ketua Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro Sholikin Jamik mengakui kasus pernikahan dini di Kabupaten Bojonegoro masih cukup tinggi.

Baca Juga: Bukan Cuma Cerai, Ini Tanda Broken Home yang Merusak Psikis Anak

"Data diska dari PTA (Pengadilan Tinggi Agama) Surabaya per Agustus tahun 2023, Kabupaten Bojonegoro meraih peringkat ketujuh, sebelumnya di tahun 2022 di peringkat kesembilan," ujar Sholikin Jamik, pada Senin (2/10/2023).

Mirisnya, lanjut Sholikin Jamik, dari banyaknya pengajuan Diska tersebut ada 50 pasangan yang sudah cerai. Kasus perceraian dari pasangan di bawah umur ini menjadi terbanyak sejak 4 tahun terakhir.

Rinciannya perceraian dari pasangan Diska di tahun 2022 ada 37 kasus, di tahun 2021 ada 29 kasus, di tahun 2020 ada 9 kasus dan di tahun 2019 ada 8 kasus.

Baca Juga: 3.386 Pasutri di Kediri Cerai Sepanjang 2025, Faktor Ekonomi dan Istri Selingkuh Paling Banyak

"Mereka yang mengajukan Diska di tahun ini sudah ada 50 pasang yang bercerai. Jadi usia pernikahannya baru 2 sampai 3 bulan langsung bercerai," bebernya.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya kasus pernikahan dini di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya karena tingkat pendidikan yang rendah dan faktor ekonomi.

Baca Juga: 2.525 Pasutri di Lamongan Bercerai Selama 2025, Didominasi Faktor Ekonomi

Hal ini dapat dilihat dari data yang ada, dari tingkat pendidikan yang mengajukan Diska, tidak sekolah ada 7 pasangan, lulusan SD ada 78 pasang, SMP ada 177 pasang dan SMA/SLTP ada 127 pasang. Sementara itu dari sisi status pekerjaan ada 267 yang belum bekerja, dan 122 yang bekerja serabutan (swasta).

"Bahwa potensi perceraian bagi orang atau pasangan yang mengajukan Diska itu sangat besar. Dan kemudian akan menimbulkan persoalan sosial dan kemiskinan. Jadi penting sekali untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Untuk itu pemerintah harus hadir untuk menekan angka putus sekolah, anak-anak kita harus sekolah minimal lulus SMA atau hingga Perguruan tinggi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.