Jumat, 19 Jun 2026 03:35 WIB

Aksi Heroik Siswa SMK 1 Pemda Ponorogo Olah Kotoran Sapi jadi Pupuk Organik

Siswa SMK 1 Pemda Ponorogo saat mengolah kotoran sapi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Siswa SMK 1 Pemda Ponorogo saat mengolah kotoran sapi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Siswa SMK 1 Pemda Ponorogo di Desa Tambang, Kecamatan Pudak merasa prihatin dengan masalah pencemaran sungai akibat pembuangan kotoran sapi yang tidak terkelola dengan baik oleh peternak setempat.

Di Kecamatan Pudak, daerah penghasil susu sapi perah. Populasi sapi meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masalah timbul ketika kotoran hewan ini dibuang secara sembarangan ke sungai karena kurangnya tempat penampungan.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

Setiap hari, lebih dari 100 ton kotoran sapi membanjiri sungai, mengubah airnya menjadi keruh dan menyebabkan bau tak sedap. Selain itu, dampaknya merambah ke habitat ikan di sungai yang terancam punah.

Namun, 44 siswa SMK 1 Pemda Ponorogo memiliki solusi. Mereka mulai mengambil kotoran hewan dari kandang sapi warga sekitar sekolah. Kotoran ini kemudian diolah menggunakan mesin khusus untuk memisahkan air dari kotoran sapi.

Selanjutnya, untuk meningkatkan nilai gizi dan mempercepat proses fermentasi, mereka mencampurkannya dengan dolomit, sekam, mikroba, dan bioactiva, menjadikannya pupuk organik.

"Banyak peternak tidak memanfaatkan kotoran ini sebagai pupuk karena fokus pada sapi perah mereka yang merupakan sumber utama kotoran ini,” ujar Wahyu Setiono, salah satu siswa, Senin (25/9/2023).

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Dengan populasi sapi yang mencapai 10 ribu ekor, sekitar 70 persen kotoran tersebut dibuang ke sungai.

"Namun, upaya kami ini telah berhasil mengubah sekitar 1 hingga 3 ton kotoran sapi setiap hari menjadi pupuk organik," katanya.

Meskipun jumlahnya masih terbatas, mereka telah berhasil mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem sungai.

Baca Juga: Pakar Ungkap Biang Kerok Ikan Sapu-Sapu 'Jajah' Sungai Perkotaan

Imam Subaweh, Ketua Yayasan SMK 1 Pemda Ponorogo, menjelaskan bahwa pembuangan limbah kotoran sapi ke sungai telah menyebabkan masalah serius, termasuk kenaikan kadar humus di kolam yang mengakibatkan produksi biogas yang merusak habitat air.

"Dalam upaya untuk mengurangi pencemaran sungai, pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran sapi ini juga dijual dengan harga terjangkau, dan sebagian besar disumbangkan kepada peternak sapi sebagai bentuk sedekah,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.