Selasa, 16 Jun 2026 09:42 WIB

Sego Buk Hj Tuni, Masakan Khas Madura yang Eksis Sejak 1960

Hj Tuni saat meladeni pelanggan. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com)
Hj Tuni saat meladeni pelanggan. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Kota Malang memiliki banyak sekali sajian kuliner yang menggoyang lidah. Salah satunya, yaitu Sego (Nasi) Buk Madura Hj Tuni yang berada di Jalan Kyai Tamin, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojoen.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Meski tidak ditemui sebuah tenda terpasang, antrian pembeli nampak berderet cukup panjang. Sebab Hj Tuni menjual dagangannya secara sederhana, yaitu lesehan. Hanya beberapa kursi disediakan.

Walaupun begitu Sego Buk ini tetap menjadi favorit para pelanggannya. Buka setiap jam 6.00 WIB dan tutup sampai habis. Sering kali sekitar 2 jam dagangannya ludes. Tuni mengaku, dalam sehari ia biasa menyiapkan sekitar 25 kg beras dan sekitar 30 kg daging dan jeroan untuk disajikan.

"Saya berjualan sejak remaja dan tidak sedikitpun merubah kualitas rasanya. Saya berjualan sejak 1960, setelah dapat warisan dari ibu saya. Baik itu resep dan bagaimana cara penyajian kepada pelanggan," katanya, Minggu 17 September 2023.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Pelanggan cukup merogoh kocek Rp 20 ribu untuk semua pilihan lauk yang disediakan yaitu jeroan sapi, empal, hingga ayam goreng. Yang menjadi favorit di warung ini adalah lauk empal dagingnya yang dimasak dengan empuk. Daging empal sendiri dengan mudah terlepas ketika dipotong menggunakan sendok.

Dalam sepiring Nasi Buk, tersaji nasi panas yang ditambah dengan sayur nangka muda, bumbu sambal khas Madura, lauk pilihan, kerupuk dendeng manis, dan peyek, yang lantas ditaburi serundeng gurih di atasnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Salah satu pengunjung asal Kota Batu, Rosma mengaku sudah berlangganan Nasi Buk Hj Tuni cukup lama sekitar 6 tahunan. Hampir setiap 2 bulan sekali ia datang untuk membungkus dan menyantap bersama suaminya.

"Saya sudah langganan sejak kuliah. Sekarang sudah punya anak tetap saja sering datang ke sini minta antar suami. Nasi Buk di sini cukup berbeda dari lainnya, cita rasanya pun tak pernah berubah," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.