Jumat, 19 Jun 2026 08:28 WIB

Makin Meluas, Kini 12 Kecamatan di Pacitan Dilaporkan Alami Krisis Air Bersih

Dropping air di Pacitan oleh Bupati Indrata Nur Bayu Aji (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Dropping air di Pacitan oleh Bupati Indrata Nur Bayu Aji (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bencana kekeringan di Pacitan, dilaporkan makin meluas. Dari 12 kecamatan di Kota 1001 Goa ini hanya 1 Kecamatan yang belum melaporkan kekeringan.

Padahal sepekan lalu, yang resmi melaporkan dampak kemarau panjang itu baru 6 kecamatan. Saat ini naik hampir 2 kali lipat.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

“Dengan kata lain, hanya 1 kecamatan yang belum melaporkan kekeringan,” ujar Kasie Kedaduratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Radite Surya Anggono, Jumat (15/9/2023).

Radite mengatakan, yang belum melaporkan kekeringan adalah Kecamatan Tulakan. Sedangkan 11 kecamatan yang melaporkan krisis air bersih adalah Kecamatan Pacitan, Donorojo, Punung, Arjosari, Bandar, Kebonagung, Nawangan, Sudimoro, Tegalombo, Ngadirojo, Pringkuku.

"Dari 11 wilayah kecamatan tersebut, 31 desa 90 dusun telah mengajukan bantuan pasokan air bersih setiap hari," kata Radit.

Data yang masuk ke BPBD, jumlah warga terdampak yang sebelumnya 7.412 jiwa atau 2.026 Kepala Keluarga (KK), kini menjadi 15.949 jiwa atau 7.277 KK.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

"Kami melakukan antisipasi jangka pendek dengan melakukan dropping air. Kemudian jangka panjang bakal ada program pipanisasi," terangnya.

Dia mengklaim dropping air setiap hari. Satu hari tidak hanya satu desa saja tetapi beberapa desa. Satu desa juga tidak hanya sepekan sekali. Tetapi dijadwalkan beberapa hari sekali.

“Satu kali dropping air BPBD Pacitan membawa 4000 liter sampai 8000 liter. Kami mempunyai 4 kendaraan truk untuk dropping air,” urainya.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Menurutnya, 4 kendaraan, dengan muatan yang berbeda. Ada 4.000 liter, 2.000 liter, 6.000 liter maupun 5.000 liter.

Dia mengatakan mungkin kekeringan di Pacitan akan panjang. Seperti prediksi BMKG, awal musim kekeringan pada bulan Mei sampai Agustus 2023 ini. Kemudian masuk puncak musim kemarau.

“Makanya September ini banyak yang semakin meminta dropping air bersih. Nanti Oktober kita masih mengalami kekeringan kalau prediksi BMKG,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.