Senin, 15 Jun 2026 14:07 WIB

Sediakan Ruang Karaoke Plus Penyanyi, Kafe di Pamekasan Ditutup

Petugas menutup salah satu kafe di Pamekasan. (Foto: Rahman for jatimnow.com)
Petugas menutup salah satu kafe di Pamekasan. (Foto: Rahman for jatimnow.com)

jatimnow.com - Penutupan tempat karaoke terus berlanjut di Pamekasan. Teranyar, salah satu kafe yang diketahui diam-diam sediakan ruang karaoke plus penyanyi dirazia dan ditutup oleh Satpol PP setempat, Rabu (13/9/2023) malam.

Setelah beberapa tempat karaoke ditutup Satpol PP Pamekasan melakukan razia di One Cafe yang berlokasi di Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Diduga kafe itu tanpa izin menyediakan tempat karaoke.

Baca Juga: BKPSDM Tulungagung Periksa Anggota Satpol PP yang Berjaga di Kantor Disbudpar

Penutupan dilakukan setelah peringatan sebelumnya tidak diindahkan oleh pemilik kafe. Sehingga petugas penegak perda melakukan penyegelan di lokasi tersebut.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Pamekasan, Moh Hasanurrahman mengatakan, penyegelan itu bermula dari laporan masyarakat. One Cafe selama ini melakukan aktivitas yang dinilai meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Belasan Reklame Rokok Ilegal Dicopot Satpol PP Tulungagung

"Kami menerima laporan jika di tempat ini ada aktivitas karaoke. Kami sudah melakukan peringatan dan teguran tapi dihiraukan. Sehingga kami lakukan penyegelan saat ini," katanya.

Pihaknya menegaskan, tempat karaoke tersebut tidak berizin. Setelah dilihat di lokasi memang benar ada ruangan untuk karaoke. Sesuai aturan, pihaknya langsung melakukan penyegelan.

Baca Juga: Balai Pemuda, Surat Pengosongan, dan Teori Pintu Terbuka

"Penutupan harus dilakukan untuk menegakkan aturan. Termasuk untuk menjaga kondusifitas masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, sudah ada 4 tempat karaoke yang sudah ditutup. Sehingga total tempat karaoke yang ditutup ada lima titik. Pihaknya terus akan melakukan penyisiran.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.