Sabtu, 20 Jun 2026 05:46 WIB

Mencicipi Kelezatan Lontong Cecek dan Kupang Khas Sidoarjo di Pasuruan

Sugito melayani pelanggan kuliner lontong cecek dan kupang. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)
Sugito melayani pelanggan kuliner lontong cecek dan kupang. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)

jatimnow.com - Di Pasuruan ada kuliner khas Sidoarjo yang legendaris, yaitu lontong cecek (kulit sapi) dan kupang. Selama 29 tahun makanan ini disajikan adalah Sugito (54), warga Kebonsari, Candi RT 4 RW 3 Candi Sidoarjo.

Ya, Sugito rela menempuh perjalanan 22 kilometer setiap hari dari tempat tinggalnya di Sidoarjo ke Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Ia pun menceritakan pengalamannya selama berjualan lontong kikil dan kupang.

"Setiap hari pulang pergi Sidoarjo-Pandaan Pasuruan naik motor. Alhamdulillah 29 tahun berjualan lontong kikil dan kupang bisa sekolahkan 3 anak sampai lulus sekolah. Istri saya ibu rumah tangga. Bisa sampai punya 2 mobil, rumah tingkat dari jualan ini," tutur Sugito, Minggu malam (10/9/2023).

Ia juga menyampaikan alasan mengapa menjadikan wilayah kecamatan Pandaan sebagai tempatnya berjualan.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Di Pandaan Pasuruan ini masih sedikit yang jualan lontong cecek sama kupang, bisa dihitung. Tujuan saya jualan di sini ya karena saya orang asli Sidoarjo, pastinya pingin kenalkan makanan khas Sidoarjo ini di tempat lain, apalagi di sini banyak tempat wisata," ujarnya.

Dalam sehari Sugito mampu memasak masing-masing 13 Kg cecek dan kupang. Dijual dengan harga Rp10 ribu per porsi. Isinya terdiri dari potongan lontong, cecek ataupun kupang dengan kremesan singkong parut kering.

"Omzet sehari-hari Rp700 ribu, beda kalau jualan pas ada acara kayak mantenan, wayangan atau tanggapan bisa sampai Rp1,5 juta. Kalau undangan biasanya sistem prasmanan sampai Rp2 juta," pungkasnya.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Kuliner Khas NTT Siap Manjakan Lidah Warga Malang

Sugito yang biasa berjualan dari pukul 17.00-22.00 WIB di area pabrik Gudang Garam Pandaan ini berpesan kepada pelaku usaha terutama anak muda.

"Harapan saya, untuk penjual terutama anak muda zaman sekarang jangan gengsi sama usaha sendiri, harus percaya diri, semangat terus pasti ada hasilnya," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.