Kamis, 11 Jun 2026 23:07 WIB

Anggaran Tak Cukup, Program Bus Sekolah di Tulungagung Terganggu

Bus sekolah yang berada di halaman Dishub Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bus sekolah yang berada di halaman Dishub Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Program antar jemput siswa menggunakan bus sekolah di Kabupaten Tulungagung terganggu dengan kurangnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK).

Pihak Dinas Perhubungan setempat menghentikan layanan penjemputan siswa di sekolah. Mereka meminta wali murid menjemput anaknya sendiri. Sedangkan bus sekolah hanya memberikan layanan pemberangkatan siswa sekolah pada pagi hari saja.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Kepala Dishub Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro mengatakan, mulai 11 September 2023 Dishub Tulungagung hanya akan memberikan pelayanan pemberangkatan siswa ke sekolah. Sedangkan untuk kepulangan, akan diserahkan kepada masing-masing wali murid.

Hal ini dikarenakan dana BOK hanya tersisa Rp20 juta hingga akhir tahun.

"Setelah kami hitung BOK kami hanya tersisa Rp20 juta. Jumlah itu tidak mampu mencukupi opersional pemeberangkatan dan penjemputan kepulangan siswa menggunakan bus sekolah hingga akhir tahun," ujarnya, Kamis (07/09/2023).

Dengan kondisi tersebut, mereka tidak bisa melakukan operasional pemberangkatan dan penjemputan kepulangan siswa. Bahkan jika dipaksakan Dishub Tulungagung harus berhutang untuk menutupi biaya operasional.

Hal ini tidak bisa dilakukan berdasarkan aturan yang ada.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

"Makanya kami mengeluarkan surat pemberitahuan wali murid untuk bisa mempersiapkan penjemputan anaknya secara mandiri," tuturnya.

Bagus menjelaskan, pada 2023 Dishub Tulungagung mendapatkan alokasi anggaran Rp600 juta untuk BOK. Jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan 2022 yang mendapatkan BOK Rp1,2 miliar.

Upaya mendapatkan anggaran melalui PAK juga tidak terealisasi. Padahal hanya dengan penambahan PAK Rp200 juta, operasional bus sekolah untuk pemberangkatan dan penjemputan kepulangan siswa bisa dilakukan hingga akhir tahun. Pasalnya BOK digunakan untuk membeli solar dan perawatan bus sekolah.

"Bahkan ketika kami mengajukan PAK untuk BOK sebesar Rp200 juta kepada TAPD juga tidak ada realisasinya," pungkasnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Program bus sekolah sendiri sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan menjadi salah satu andalan Pemkab Tulungagung. Terdapat 9 unit bus yang digunakan dalam program ini.

Tak hanya itu, mereka juga menggandeng MPU untuk menyediakan angkutan gratis bagi siswa.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.