Sabtu, 20 Jun 2026 18:48 WIB

Inaya Wahid: Pendongkelan Itu Harus Diakui, Jangan Dibilang Tak Ada!

Inaya Wahid saat mengisi acara di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Inaya Wahid saat mengisi acara di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Putri bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inaya Wahid mengungkapkan saat ini banyak pihak yang menyangkutpautkan nama ayahnya dalam kontestasi politik.

Beberapa hari terakhir ini juga muncul banyak narasi terkait konflik PKB dengan Gus Dur beberapa tahun lalu. Dalam narasi tersebut Muhaimin Iskandar menyebut bahwa pihaknya yang dikudeta.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam lawatannya ke kampus dalam rangka #HarlahGusDur Goes To Campus, Gus Dur Memorial Lecture di Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Inaya menyebut sejarah tetaplah sejarah yang masih membekas dan tetap tercatat dalam ingatan.

Oleh sebab itu, dirinya menyesalkan pernyataan tokoh yang kejadian tersebut tidaklah benar, tidak terjadi atau bahkan memutarbalikkan fakta. Padahal, menurutnya fakta sejarah yang menjatuhkan Gus Dur dalam kepemimpinan di PKB.

"Pendongkelan, kemudian mengkick out, ya sejarahnya tetap harus diakui, jangan terus dibilang oh itu tidak. Ada!" ujar Inayah, Rabu (6/9/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kendati demikian, perempuan, aktivis dan seniman bergerak di Positive Movement (PM) ini meminta Gusdurian tetap adem.

Lantaran, menurut Inaya Gusdurian bukanlah sebuah partai atau pun alat partai politik yang digunakan sebagai politik praktis. Gusdurian harus tetap independen tanpa intervensi dan seterusnya.

"Saya berharap terutama teman-teman Gusdurian. Karena Gusdurian itu kita tidak boleh politik praktis, sama sekali tidak boleh politik," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Saat disinggung mengenai pencalonan Muhaimin, Inaya menanggapinya dengan santai. Menurutnya juga menganggap pencalonan tersebut merupakan hak bagi setiap individu sebagai warga negara Indonesia.

"Hehehe. Ya gak apa-apa, semua orang kan berhak. Semua orang punya gak cita-cita. Ya jadi tidak apa-apa juga," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.