Kamis, 18 Jun 2026 01:09 WIB

Perupa Tua Tulungagung Unjuk Karya di Pameran D'Classic Komunitas Seketan

Karya seni rupa yang dipamerkan. (Foto-foto: Bramantar Pamungkas/jatimnow.com)
Karya seni rupa yang dipamerkan. (Foto-foto: Bramantar Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan perupa yang tergabung dalam Komunitas Seketan menggelar pameran di Tulungagung. Para seniman yang sudah berusia di atas 50 tahun ini, ingin menunjukkan eksistensinya dalam berkarya.

Ketua Komunitas Seketan, Budianto mengatakan perupa yang mengikuti pameran ini berusia 50 tahun ke atas. Mereka ingin membuktikan dalam hal berkarya tidak memandang usia. Hal ini terbukti dengan masih produktifnya mereka sehingga dapat membuat pameran.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Di usia yang sudah tidak muda ini teman-teman perupa yang berusia di atas 50 tahun justru ingin mengekplorasi karyanya, kami tidak hanya duduk saja tapi juga masih bersemangat dalam berkarya," ujarnya, Selasa (29/8/2023).

Pameran bertajuk D'Classic ini berbeda dengan lainnya. Tak hanya lukisan, mereka juga memamerkan seni bonsai dan seni suiseki.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Seni Suiseki adalah seni batu yang terbentuk secara proses alami. Seni Batu yang berasal dari Jepang ini memiliki keunikan tersendiri. Suiseki sendiri jarang dipamerkan di Tulungagung.

"Ini merupakan konsep pameran yang baru di Tulungagung, tak hanya karya lukisan tapi juga ada karya seni suiseki dan bonsai," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Melalui pameran ini, Budiyanto berharap dapat menjadi motivasi bagi seniman muda lainnya untuk tetap eksis berkarya. Mereka diminta untuk selalu mengeksplore kemampuannya dan berani mencoba hal baru.

"Semoga seniman muda bisa lebih dari kami," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.